FACEINDONESIA.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan KA Cikuray di Stasiun Garut, Kamis (11/6).
Program ini menghadirkan layanan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara sentra pertanian, perdagangan, UMKM, kawasan industri, dan pusat ekonomi yang terhubung melalui lintas KA Cikuray.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan KA Cikuray yang selama ini melayani berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat. Lintasan yang menghubungkan wilayah dengan karakter ekonomi yang beragam menjadikan KA Cikuray memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas produktif masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antardaerah.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra mengatakan pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada KA Cikuray merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui layanan ini kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik. Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah yang tumbuh di sepanjang lintas yang dilayani KA Cikuray,” ujar Rafli.
Dalam pengoperasiannya, KA Cikuray menggunakan rangkaian yang terdiri atas enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.
Kapasitas tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan meningkat dari 80 menjadi 93 tempat duduk per kereta, sementara Kereta Petani-Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk.
Pengembangan sarana yang dilakukan oleh Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai dan BY Surabaya Gubeng tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Plh. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Aditya Karsa menyampaikan bahwa program ini memperluas akses transportasi publik yang terjangkau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani, pedagang, dan pelaku usaha rakyat. Selain mendukung distribusi hasil pertanian, layanan ini juga berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok pangan yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah,” ujar Aditya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki potensi besar pada sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata yang dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan konektivitas transportasi yang andal.
“Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Abdusy Syakur Amin. Menurutnya, terpilihnya Garut sebagai lokasi pertama peluncuran program ini di Jawa Barat menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi daerah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pengembangan layanan KA Cikuray dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di lintas Garut–Pasar Senen.
Data KAI menunjukkan volume pelanggan KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 591.089 pelanggan pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 615.723 pelanggan pada 2025. Sementara selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.
Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan sejak mulai beroperasi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di sepanjang lintasan yang dilayani.
“Setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Ada sentra pertanian, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan industri, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional. Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas tersebut melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman,” ujar Anne.
Sebagai layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, KA Cikuray menghadirkan tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen sebesar Rp45.000 sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian yaitu Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen. Lintasan tersebut menghubungkan wilayah yang memiliki karakter ekonomi saling melengkapi, mulai dari sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat perdagangan dan pendidikan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Rangkaian wilayah tersebut membentuk satu lintasan ekonomi yang mempertemukan sentra produksi, pusat distribusi, kawasan industri, dan pasar konsumen dalam satu perjalanan. Konektivitas tersebut menjadi salah satu kekuatan transportasi perkeretaapian dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antardaerah.
“Melalui Rel Ekonomi Rakyat, KA Cikuray diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Kereta api menjadi sarana yang mempertemukan berbagai aktivitas produktif, membuka akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi, serta memperkuat keterhubungan antardaerah yang dilaluinya,” tutup Anne. (ZID)





