FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 5.574.503 pelanggan menggunakan delapan layanan kereta api (KA) regional sepanjang Januari–September 2026. Jumlah tersebut meningkat 9,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang mencapai 5.081.978 pelanggan.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan antarkota di berbagai daerah, mulai dari perjalanan singkat, kunjungan keluarga, hingga akses menuju kawasan wisata alam, kuliner, dan budaya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kereta api regional memberikan beragam pilihan perjalanan bagi masyarakat tanpa harus selalu menjadikan kota metropolitan sebagai titik awal maupun tujuan.
“Pilihannya sangat beragam. Masyarakat dapat bergerak dari Bogor menuju Sukabumi, dari Sukabumi menuju Cianjur, menjangkau kawasan Priangan Timur, bepergian di Solo Raya hingga Madiun dan Wonogiri, menyusuri kawasan Banyuwangi–Jember, maupun menggunakan kereta di sepanjang kawasan Padang dan Pariaman. Pola seperti ini membuat perjalanan akhir pekan dapat disusun sesuai karakter masing-masing daerah,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Delapan layanan KA regional tersebut meliputi KA Pangrango dengan 888.414 pelanggan, KA Siliwangi sebanyak 1.187.931 pelanggan, KA Pangandaran 298.425 pelanggan, KA Lembah Anai 261.927 pelanggan, KA BIAS 681.301 pelanggan, KA Pariaman Ekspres 1.282.230 pelanggan, KA Batara Kresna 127.025 pelanggan, serta KA Pandanwangi sebanyak 847.250 pelanggan.
Dari seluruh layanan tersebut, KA Lembah Anai mencatat pertumbuhan pelanggan tertinggi, yakni sebesar 254,93 persen. Jumlah pelanggannya mencapai 261.927 orang, meningkat dari 73.796 pelanggan pada Januari–September 2025.
Sementara itu, KA BIAS melayani 681.301 pelanggan atau naik 23,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 550.081 pelanggan. KA Pangrango juga tumbuh 7,04 persen menjadi 888.414 pelanggan, sedangkan KA Siliwangi meningkat 6,32 persen menjadi 1.187.931 pelanggan.
Di Sumatra Barat, KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar dalam kelompok tersebut, yakni 1.282.230 orang. Angka ini naik 5,52 persen dibandingkan periode Januari–September 2025 yang mencapai 1.215.135 pelanggan.
Layanan tersebut melintasi kawasan pesisir yang memiliki aktivitas perjalanan masyarakat, wisata kuliner, rekreasi, dan kunjungan keluarga. Keberadaan kereta api regional memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan jarak relatif dekat.
Di wilayah Jawa Timur, KA Pandanwangi melayani 847.250 pelanggan selama sembilan bulan pertama 2026. Kereta ini melayani perjalanan di kawasan Jember–Banyuwangi yang berdekatan dengan berbagai destinasi wisata di ujung timur Pulau Jawa.
Adapun di Jawa Tengah, KA Batara Kresna menghubungkan kawasan Solo Raya dengan Wonogiri. Layanan ini menjadi salah satu pilihan transportasi regional untuk mendukung mobilitas masyarakat antardaerah.
Pertumbuhan pengguna kereta api regional juga berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026, meningkat 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025.
Pada bulan yang sama, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,60 juta kunjungan atau naik 6,27 persen secara tahunan.
Anne menjelaskan, jumlah pelanggan kereta api regional tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai perjalanan wisata. Masyarakat menggunakan layanan tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk pendidikan, perdagangan, pekerjaan, serta mengunjungi keluarga.
Meski demikian, jaringan kereta api regional memberikan alternatif transportasi menuju berbagai daerah yang memiliki aktivitas wisata, kuliner, pendidikan, dan ekonomi.
“Menjelajah sebuah daerah tidak selalu dimulai dengan perjalanan ratusan kilometer. Banyak pengalaman justru berada di kota sebelah, di kawasan pesisir, di kaki pegunungan, atau di kota-kota yang dapat dicapai dalam perjalanan regional. Data sembilan bulan ini memberi gambaran bahwa pasar perjalanan antardaerah seperti itu memiliki skala yang besar,” tutup Anne.(ZID)





