FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 3.898.074 aktivitas naik-turun pelanggan di 10 stasiun dengan elevasi tinggi di Pulau Jawa dan Sumatra sepanjang Januari–September 2026. Stasiun Nagreg di Jawa Barat menjadi yang tertinggi dengan elevasi mencapai 848 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sepuluh stasiun tersebut berada di jalur kereta api dengan karakter geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan Priangan hingga sejumlah wilayah di Sumatra. Meski berada di elevasi berbeda-beda, stasiun-stasiun tersebut masih aktif melayani mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan harian maupun antarkota.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan perbedaan elevasi menggambarkan kondisi geografis jalur kereta api di Indonesia sekaligus menunjukkan peran stasiun dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Perjalanan kereta api melewati dataran rendah hingga kawasan pegunungan dengan karakter lintasan yang berbeda. Menariknya, stasiun-stasiun pada elevasi tinggi tersebut tetap melayani beragam pola perjalanan masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan antarkota,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Di Pulau Jawa, lima stasiun dengan elevasi tertinggi dalam daftar KAI adalah Nagreg (+848 mdpl), Cipeundeuy (+772 mdpl), Cimindi (+736 mdpl), Cimahi (+723 mdpl), dan Garut (+717 mdpl).
Stasiun Nagreg menjadi yang tertinggi dengan mencatat 42.566 aktivitas pelanggan Commuter Line Area II Bandung selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.712 pelanggan naik dan 15.854 pelanggan turun.
Selanjutnya, Stasiun Cipeundeuy mencatat 38.524 aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh (KA JJ), dengan rincian 20.009 pelanggan naik dan 18.515 pelanggan turun. Stasiun ini memiliki karakteristik operasional tersendiri karena kereta yang melintas menjalani pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan di jalur pegunungan.
Sementara itu, Stasiun Cimindi membukukan 874.522 aktivitas pelanggan Commuter Line. Angka tersebut terdiri atas 460.122 pelanggan masuk (gate in) dan 414.400 pelanggan keluar (gate out). Stasiun ini menjadi salah satu titik layanan penting bagi masyarakat di kawasan Bandung Raya.
Stasiun Cimahi mencatat aktivitas pelanggan terbesar di antara lima stasiun dengan elevasi tertinggi di Jawa tersebut, yakni mencapai 1.400.263 aktivitas. Jumlah itu terdiri atas 298.903 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan 1.101.360 aktivitas Commuter Line Area II Bandung.
Untuk layanan kereta api jarak jauh, Cimahi mencatat 154.984 pelanggan naik dan 143.919 pelanggan turun. Adapun layanan Commuter Line membukukan 551.062 aktivitas gate in dan 550.298 aktivitas gate out.
Di posisi berikutnya, Stasiun Garut mencatat 746.601 aktivitas pelanggan. Jumlah tersebut berasal dari 330.612 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan 415.989 aktivitas Commuter Line.
Aktivitas KA jarak jauh di Stasiun Garut terdiri atas 169.081 pelanggan naik dan 161.531 pelanggan turun. Sementara itu, Commuter Line mencatat 211.551 aktivitas gate in dan 204.438 aktivitas gate out. Stasiun Garut kembali melayani perjalanan kereta api setelah jalur Cibatu–Garut direaktivasi dan diresmikan pada 24 Maret 2022.
Stasiun Elevasi Tinggi di Sumatra
Di Pulau Sumatra, Stasiun Siantar, Sumatra Utara, menjadi stasiun dengan elevasi tertinggi dalam daftar tersebut, yakni 383,47 mdpl. Sepanjang Januari–September 2026, stasiun ini mencatat 279.492 aktivitas pelanggan, terdiri atas 141.672 pelanggan naik dan 137.820 pelanggan turun. Siantar merupakan salah satu titik layanan KA Siantar Ekspres.
Masih di koridor layanan Siantar Ekspres, Stasiun Baja Linggei dengan elevasi 284,20 mdpl membukukan 5.071 aktivitas pelanggan. Rinciannya, sebanyak 2.714 pelanggan naik dan 2.357 pelanggan turun.
Sementara itu, Stasiun Dolok Merangir yang berada pada elevasi 144,56 mdpl mencatat 17.344 aktivitas pelanggan, terdiri atas 9.238 pelanggan naik dan 8.106 pelanggan turun.
Di Sumatra Barat, Stasiun Kayutanam memiliki elevasi 144 mdpl dan mencatat 113.210 aktivitas pelanggan selama periode yang sama. Jumlah tersebut terdiri atas 54.156 pelanggan naik dan 59.054 pelanggan turun.
Kayutanam menjadi salah satu titik layanan KA Lembah Anai. Stasiun ini juga memiliki keterkaitan sejarah dengan jalur pegunungan menuju Padang Panjang yang menggunakan sistem rel bergerigi.
Adapun Stasiun Lubuk Linggau di Sumatra Selatan berada pada elevasi 130 mdpl dan menjadi stasiun dengan elevasi tertinggi di wilayah Divisi Regional (Divre) III Palembang. Sepanjang Januari–September 2026, stasiun ini mencatat 380.481 aktivitas pelanggan, terdiri atas 192.460 pelanggan naik dan 188.021 pelanggan turun.
Stasiun Lubuk Linggau melayani perjalanan KA Bukit Serelo dan KA Sindang Marga yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai wilayah melalui layanan kereta api.
Secara keseluruhan, sepuluh stasiun dengan elevasi tinggi di Jawa dan Sumatra tersebut mencatat hampir 3,9 juta aktivitas naik-turun pelanggan selama Januari–September 2026. Perbedaan jumlah aktivitas mencerminkan beragamnya kebutuhan perjalanan masyarakat di setiap wilayah.
Stasiun Cimahi dan Cimindi berperan dalam mendukung mobilitas di kawasan Bandung Raya. Sementara itu, Garut dan Lubuk Linggau melayani perjalanan regional maupun antarkota. Adapun Nagreg, Cipeundeuy, Siantar, Baja Linggei, Dolok Merangir, dan Kayutanam menjadi bagian dari layanan kereta api di jalur dengan karakter geografis tersendiri.
“Dari Nagreg di +848 meter hingga Lubuk Linggau di +130 meter, setiap stasiun memiliki cerita geografis, sejarah, dan pola perjalanan yang berbeda. Data aktivitas pelanggan menunjukkan bahwa stasiun-stasiun pada lintasan dengan elevasi tinggi tersebut tetap menjadi bagian dari mobilitas masyarakat hingga hari ini,” tutup Anne.
KAI menegaskan, keberadaan stasiun di berbagai ketinggian menunjukkan jangkauan layanan kereta api yang melintasi beragam kondisi geografis sekaligus mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di Pulau Jawa dan Sumatra.(ZID)






