FACEINDONESIA.CO.ID – Pembangunan berbagai proyek pemerintah, seperti Sekolah Rakyat dan program pembangunan 3 juta rumah, dinilai menjadi peluang besar bagi industri keramik nasional. Namun, pelaku industri berharap adanya dukungan yang lebih kuat dari pemerintah agar sektor ini tetap kompetitif.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan industri keramik dalam negeri saat ini telah mampu menghasilkan produk dengan kualitas, desain, dan mutu yang mampu bersaing dengan produk impor.
Hal tersebut terlihat dari beragam produk yang ditampilkan dalam pameran industri keramik nasional di NICE PIK 2, Tangerang, pada 4-7 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Saleh berdialog langsung dengan sejumlah pelaku usaha dan pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki).
Menurutnya, industri keramik memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
“Industri ini sudah berkembang cukup baik. Jangan sampai keberadaannya tergerus produk impor maupun tingginya biaya energi,” ujar Saleh.
Ia menyoroti tingginya harga gas industri yang saat ini menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha keramik. Meski termasuk penerima program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 7 dolar AS per MMBTU, industri keramik disebut hanya memperoleh alokasi sekitar 40 persen.
Sementara sisanya harus dibeli dengan harga pasar yang mencapai sekitar 21 dolar AS per MMBTU.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan daya saing industri keramik nasional. Jika tidak segera ditangani, sebagian pelaku usaha dikhawatirkan akan mengurangi produksi hingga menghentikan operasionalnya.
Karena itu, Saleh meminta pemerintah memberikan keberpihakan yang lebih nyata agar industri keramik dalam negeri dapat tumbuh dan menjadi pemain utama di pasar domestik.
“Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah.
Jangan sampai kita justru bergantung pada produk impor. Dukungan pemerintah sangat diperlukan agar industri keramik nasional tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.(HER)





