FACEINDONESIA.CO.ID – JEC Eye Hospitals & Clinics meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 berkat kampanye edukasi deteksi dini strabismus atau mata juling. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mata juling merupakan kondisi medis yang perlu ditangani sejak dini.
Penghargaan kategori Impactful Omnichannel Social Campaign diberikan melalui program bertajuk “Strabismus: From Stigma to Confidence”. Kampanye ini memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk memperluas akses informasi mengenai strabismus kepada masyarakat.
Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, Sp.M(K), PhD, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi JEC untuk terus memperkuat edukasi kesehatan mata.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap mata juling hanya masalah penampilan atau akan membaik seiring bertambahnya usia. Padahal, strabismus adalah kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa.
Jika tidak ditangani, strabismus berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan, seperti kesulitan melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, hingga meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas edukasi kesehatan mata kepada masyarakat,” ujar Prof. Tjahjono.
Ia menjelaskan, orang tua perlu lebih peka terhadap tanda-tanda strabismus sejak dini. Pada bayi, mata yang tampak belum sejajar masih dapat terjadi karena koordinasi saraf mata belum berkembang sempurna. Namun, jika kondisi tersebut bertahan setelah usia enam bulan, pemeriksaan ke dokter spesialis mata sangat dianjurkan.
Menurut Prof. Tjahjono, deteksi dini penting untuk mengetahui penyebab strabismus secara tepat, baik akibat gangguan otot mata, saraf, faktor genetik, maupun kelainan refraksi seperti mata minus, plus, atau silinder yang belum terkoreksi.
“Semakin dini diketahui, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan hasil yang optimal,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, JEC menjalankan kampanye melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, seminar kesehatan mata, talkshow radio, podcast, publikasi media, skrining mata, hingga program operasi mata juling gratis.
Selain edukasi, JEC juga menyediakan berbagai pilihan penanganan sesuai kondisi pasien, mulai dari penggunaan kacamata, terapi patching, vision therapy, hingga tindakan operasi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
JEC mencatat peningkatan jumlah tindakan penanganan strabismus sebesar 29 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pemeriksaan dan pengobatan mata juling setelah memperoleh edukasi yang tepat.
JEC berharap kampanye ini dapat terus meningkatkan deteksi dini, mengurangi stigma terhadap penyandang mata juling, serta membantu lebih banyak pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis. (ZID)





