FACEINDONESIA.CO.ID-Jasa Marga terus memperkuat implementasi Green Toll Road di Ruas Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) melalui berbagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pelestarian lingkungan hidup. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program penghijauan, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan jalan tol yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Sejak mulai beroperasi pada tahun 1978 sebagai jalan tol pertama di Indonesia, Ruas Tol Jagorawi tidak hanya menjadi penghubung utama wilayah Jakarta, Depok, Bogor, hingga Ciawi, tetapi juga terus bertransformasi dengan mengintegrasikan aspek pelayanan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam setiap pengelolaannya. Dengan rata-rata harian kendaraan yang melintas sejumlah 419.931 kendaraan pada Tahun 2025, penerapan prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus kelestarian lingkungan di sekitar jalan tol.
Sebagai implementasi Program TJSL di bidang pelestarian lingkungan hidup, pada rentang Januari-Juli 2026, Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melaksanakan berbagai inisiatif yang berfokus pada penghijauan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Ruas Tol Jagorawi. Upaya tersebut diwujudkan melalui beberapa program diantaranya:
1. *Penanaman 125 pohon mahoni di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor*, sebagai bagian dari peningkatan tutupan hijau di sekitar jalan tol;
2. *Penyerahan bantuan sarana dan prasarana tempat pemilahan sampah* kepada masyarakat RW 08 Dusun Kebon Kopi, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor;
3. *Pemberian peralatan pengelolaan sampah kepada Yayasan Bata Foundation* guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Bantuan sarana pemilahan sampah di RW 08 Desa Puspasari meliputi pembangunan fasilitas beserta perlengkapannya, seperti konstruksi baja ringan, atap spandek, semen, pasir pasang, batu split, talang air, drum komposter, ember tumpuk, dan papan nama fasilitas. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Camat Citeureup Maman Nurpadilah mengapresiasi Program TJSL Jasa Marga sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan lingkungan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan termasuk Jasa Marga dan Dinas Lingkungan Hidup.
Senior Manager Representative Office 1 JMT Alvin A. Singarimbun, mengatakan bahwa Program TJSL merupakan salah satu wujud implementasi Green Toll Road yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan infrastruktur jalan tol, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Implementasi Green Toll Road tidak berhenti pada pengelolaan jalan tol yang berkelanjutan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Melalui Program TJSL ini, Jasa Marga ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Alvin.
Ia menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan di sekitar jalan tol.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang maupun membakar sampah di sekitar jalan tol serta mengawasi anak-anak agar tidak memasuki area jalan tol. Keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Selain melalui Program TJSL, implementasi Green Toll Road di Ruas Tol Jagorawi juga diwujudkan melalui berbagai upaya pengelolaan lingkungan dalam operasional jalan tol. JMT secara konsisten melakukan penataan lanskap hijau, beautifikasi kawasan jalan tol, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemeliharaan infrastruktur secara berkala, serta peningkatan aspek keselamatan dan pelayanan bagi pengguna jalan.
Komitmen tersebut direalisasikan melalui pengelolaan lingkungan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Salah satunya melalui inovasi pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) di TIP KM 10 Ruas Tol Jagorawi. Pemanfaatan larva BSF mampu mengurangi timbunan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat sehingga mendukung terciptanya kawasan rest area yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Jasamarga Metropolitan Tollroad melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan senantiasa berkomitmen menjadi pelopor dalam pengelolaan jalan tol yang ramah lingkungan seperti beautifikasi dan penghijauan jalan tol di wilayah Jasamarga Metropolitan Tollroad yang mengantarkan Ruas Tol Jagorawi meraih berbagai pengakuan, di antaranya Juara I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Melalui kegiatan ini, Jasa Marga berharap dapat mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai pihak, termasuk mitra usaha serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga bumi.(ZID)






