IPB University Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi Warga Pangalengan

FACEINDONESIA.CO.ID-Dosen dan mahasiswa Departemen Biokimia IPB University mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Program bertajuk Pengembangan Ekonomi Sirkular melalui Produksi Briket dan Maggot Black Soldier Fly (BSF) dari Sampah dan Pemberdayaan Petani Kopi ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didukung BIMA Kemendiktisaintek.

Kegiatan melibatkan 20 mahasiswa lintas disiplin di bawah bimbingan Dr. Dimas Andrianto. Hadir pula Ketua Departemen Biokimia IPB University Prof. Dr. Mega Safithri, perwakilan Pemerintah Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Aira.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat diberi pelatihan mengolah limbah organik dan ampas kopi menjadi briket, membudidayakan maggot BSF untuk pengelolaan sampah dan pakan ternak, hingga membuat eco-enzyme.

Selain itu, peserta mendapat pembekalan pemanfaatan data iklim, teknik pascapanen kopi, serta pengolahan pangan bergizi seperti susu kedelai dan nugget tempe.

Tim IPB menilai pengelolaan limbah yang tepat tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas petani kopi diharapkan mampu mendongkrak kualitas serta nilai tambah komoditas kopi Pangalengan.

Dr. Dimas Andrianto mengatakan limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat menjadi sumber daya ekonomi jika dikelola dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat.

Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Senada, Prof. Dr. Mega Safithri menegaskan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia berharap hasil riset dan inovasi kampus dapat terus diterapkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal memperluas penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa, sekaligus menciptakan peluang usaha baru melalui pengolahan limbah dan penguatan sektor pertanian kopi.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *