FACEINDONESIA.CO.ID – Menjelang pemilihan rektor IPB University pasca periode 2023-2028, bursa calon mengerucut ke tiga nama wakil rektor saat ini, termasuk Prof. Deni Noviana, Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar dan Dr. Alim Setiawan Slamet. Dalam survei independen yang dilakukan oleh komunitas IPB, Deni Noviana menempati urutan kedua setelah Iskandar Zulkarnaen, mencerminkan popularitasnya di kalangan civitas akademika berkat rekam jejak kepemimpinannya yang kuat dan kontribusinya bagi kemajuan IPB. Berikut rekam jejaknya.
Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM, lahir di Bogor pada 16 November 1972, merupakan figur inspiratif di dunia pendidikan dan kedokteran hewan Indonesia. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University untuk periode 2023-2028, di mana ia bertanggung jawab atas pengembangan kurikulum, kemahasiswaan, serta memastikan prospek cerah bagi lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Beliau memulai karirnya sebagai dokter hewan dan pengajar setelah lulus Sarjana Kedokteran Hewan dari IPB pada 1995, dengan berbagai kontribusi signifikan yang membanggakan.
Di dunia pendidikan, Deni Noviana telah meraih gelar Sarjana Kedokteran Hewan dari IPB pada 1995, diikuti pengalaman pertukaran pelajar di Jepang yang memperkaya wawasannya tentang kedokteran hewan internasional. Beliau kemudian memperoleh gelar PhD dan DAiCVIM sebagai Diplomat of the Asian College of Veterinary Internal Medicine, menjadikannya guru besar di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University. Sebagai mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, ia mempromosikan program studi seperti Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Magister Ilmu Biomedis Hewan, dan Doktor Ilmu Biomedis Hewan, menjadikan FKH IPB sebagai pilihan utama bagi calon dokter hewan spesialis, seperti dokter hewan kuda. Di bawah kepemimpinannya, program sarjana berlangsung empat tahun diikuti koasisten, dan lulusan memiliki peluang besar di bidang perunggasan di mana 40 hingga 50 persen alumni FKH IPB bekerja, termasuk implementasi teknologi 4.0 pada pendidikan profesi dokter hewan dan layanan kesehatan hewan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) FKH IPB.
Di bidang kedokteran hewan, prestasi Deni Noviana mencakup penelitian inovatif seperti pembuatan replika dan penyembuhan dinding jantung infark pada babi sebagai model terapi untuk manusia, serta penekanan pada standarisasi klinik dan rumah sakit hewan untuk mutu layanan terbaik. Beliau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Rumah Sakit Hewan Indonesia (ARSHI) periode 2023-2027, di mana ia mendorong peningkatan layanan untuk hewan peliharaan dan liar. Sering menjadi pembicara di konferensi seperti PDHI VET Conference untuk berbagi inovasi terbaru, beliau juga mendukung acara seperti kontes ayam ketawa nasional online tingkat nasional di FKH IPB yang melibatkan alumni serta praktisi, hadir sebagai pembicara dalam talkshow seperti “Embracing The Future With Animal Welfare” bersama aktivis seperti Melanie Subono, serta membahas masalah prosedur dan pengetahuan basic pembacaan rontgen bagi dokter praktisi di Klinik Hewan Jogja.
Sebagai pecinta binatang sejak kecil, Deni Noviana pernah memelihara beragam spesies hewan seperti anjing, kucing, ikan, hingga hewan kesayangan lainnya yang membentuk dedikasinya pada profesi dokter hewan. Hal ini tercermin dalam kegiatan seminar kesejahteraan hewan, kolaborasi dengan aktivis animal welfare, pembukaan acara seperti Pet Care Day 2025 di IPB yang mengajak masyarakat peduli kesehatan hewan, serta pengalaman berbeda dalam patroli bersama K9 di mana ia menekankan kondisi fisik, nafsu makan, hingga perilaku hewan. Semuanya berawal dari ketertarikannya terhadap hewan sejak kecil tanpa pernah bercita-cita menjadi PNS, namun takdir membawanya menjadi dekan dan pemimpin di bidang ini.
Dalam pembukaan Program Studi S1 Biomedis yang dilatarbelakangi kekuatan riset dosen dan peminat siswa, serta dukungan luas dari alumni, dosen, mahasiswa yang melihatnya sebagai pemimpin visioner, termasuk perannya dalam pelantikan ketua departemen seperti di Manajemen FEM IPB dan sambutan di acara Moderasi Beragama Goes To Campus. Testimoni dari alumni angkatan 1995 yang lulus bersama beliau di sarjana juga sangat positif. Drh. Andi Pratama menyebut Deni sebagai teman seangkatan inspiratif dengan dedikasi tinggi terhadap hewan dan pendidikan sejak kuliah serta layak menjadi rektor berikutnya. Drh. Siti Rahayu mengenang pengalaman pertukaran pelajar ke Jepang di mana Deni selalu berbagi pengetahuan baru dan membantu merawat hewan kampus sebagai penyayang binatang. Sementara Drh. Budi Santoso memuji Deni sebagai dokter hewan hebat yang mendorong inovasi di kedokteran hewan dengan visi besar untuk IPB, sehingga posisinya di survei pantas didapat, mencerminkan betapa ia dihormati oleh rekan sejawat sejak masa kuliah.
Dengan segala prestasi ini, peran sebagai wakil sekjen Ikatan Alumni FKH IPB, kontribusi dalam investasi sejak dini ala kantong mahasiswa, Prof. Deni Noviana adalah calon rektor potensial yang mampu membawa IPB University ke masa depan lebih cerah, terus menginspirasi generasi muda di bidang pendidikan, kedokteran hewan, dan kesejahteraan binatang. (San)





