FACEINDONESIA.CO.ID- Gedung Siti Baroroh Baried Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta resmi digunakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gedung yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk tersebut memiliki nilai proyek sekitar Rp131 miliar.
Gedung delapan lantai itu diselesaikan Waskita Karya pada awal Agustus 2026. Peresmian dilakukan Rektor UGM Prof Ova Emilia bersama Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko, serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, guru besar dan sivitas akademika UGM.
Ova mengatakan, keberadaan gedung baru harus diikuti dengan pemanfaatan fasilitas secara optimal. Kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta ruang terbuka hijau (RTH) juga perlu dijaga untuk menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan kondusif.
Sementara itu, Paulus mengatakan Waskita Karya memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan gedung tersebut. Hal ini terlihat dari keberadaan pepohonan yang mengelilingi bangunan.
“Area hijau tidak hanya membuat tampilan gedung lebih indah dan asri, tapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik sekaligus bagian dari upaya melestarikan alam,” ujar Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).
Gedung yang berada di depan Jalan Nusantara itu diperuntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora. Fasilitasnya meliputi ruang pameran, auditorium, amphitheater, co-working space, perpustakaan, musala, dan ruang kelas.
Dari sisi desain, gedung mengusung konsep padepokan yang menonjolkan karakter budaya Nusantara. Identitas tersebut terlihat dari penggunaan gerbang Candi Bentar Majapahit dan material bata merah.
Bangunan juga menerapkan konsep green building, salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area atap.
Menurut Paulus, fasilitas baru ini diharapkan mendukung pengembangan riset dan kegiatan akademik bidang humaniora, seperti sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi hingga kajian pariwisata.
Pembangunan Gedung Siti Baroroh Baried menjadi bagian dari kontribusi Waskita Karya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan keilmuan di Indonesia.
“Menjelang bonus demografi pada 2045 mendatang, kami menyadari pentingnya peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan, guna mencetak para pemimpin di masa depan,” tutur Paulus.
Selain gedung tersebut, Waskita Karya sebelumnya juga mengerjakan sejumlah proyek fasilitas pendidikan, termasuk Grha Sabha Pramana dan Gedung Inovasi dan Kreativitas di UGM.
Waskita Karya juga terlibat dalam pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan di Universitas Indonesia, Universitas Islam Internasional Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, hingga Universitas Negeri Makassar.
Sebagai BUMN konstruksi, Waskita Karya terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(ZID)






