AHM Pulihkan Layanan Kesehatan 7.200 Warga NTT

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat dukungan pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memperbaiki prasarana dan layanan kesehatan yang menjangkau lebih dari 7.200 warga.

Bersama pemerintah daerah, AHM memperkuat fasilitas UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, melalui penyediaan sarana pendukung listrik, air bersih, serta peralatan pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut mendukung layanan rawat jalan, persalinan hingga penanganan gawat darurat.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD Puskesmas Warsawe Yohanes G. Floriani mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali beraktivitas.

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujarnya.

Pemulihan layanan kesehatan juga dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo. Fasilitas tersebut akan mendukung pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta kesehatan remaja dan lansia.

Dukungan ini melanjutkan keterlibatan AHM dalam penanganan dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah NTT sejak Agustus hingga awal Oktober 2026.

Sebelumnya, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama BPBD setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus. Bantuan berupa sembako, selimut, obat-obatan dan vitamin.

Dukungan kemanusiaan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), berupa perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan, makanan bergizi, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih.

General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktif.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka,” kata Rina.

AHM Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Komodo

Selain pemulihan sosial dan kesehatan, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia turut memperkuat rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Taman Nasional Komodo.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodo, serta masyarakat sekitar.

Penanaman mangrove diharapkan membantu melindungi kawasan pesisir, menyimpan karbon biru (blue carbon), sekaligus menjaga habitat berbagai biota di kawasan Pulau Komodo.

Yayasan AHM berharap rehabilitasi ekosistem pesisir tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mendukung kelestarian habitat komodo bagi generasi mendatang.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *