FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas untuk membantu UMKM memperluas akses pasar hingga ke tingkat global.
Upaya BRI mendorong UMKM menembus pasar internasional mendapat apresiasi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan melalui Penghargaan Niaga Werdhitama kategori Industry Trade Development Partner.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan kemitraan BRI dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta dukungan terhadap pengembangan dan promosi ekspor.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Corporate Secretary BRI Dhanny yang menerima penghargaan tersebut mengatakan, apresiasi ini semakin memperkuat komitmen BRI dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga harus diikuti penguatan kemampuan usaha agar semakin siap menghadapi perubahan dan memperluas pasar.
Melalui BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI secara berkelanjutan menjalankan berbagai inisiatif pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan hingga perluasan akses pasar.
Salah satunya melalui Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli yang membantu pelaku UMKM memahami tahapan dan strategi ekspor sekaligus meningkatkan kesiapan produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Dhanny menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai proses ekspor, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan terkait kebutuhan pasar global.
Materi pelatihan meliputi strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.
Sejak dilaksanakan pada 2024, Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli telah memberikan pelatihan kepada 120 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Dhanny menambahkan, peningkatan kapasitas merupakan salah satu faktor penting bagi UMKM untuk naik kelas. Karena itu, BRI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar program pengembangan UMKM semakin luas dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
“Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar,” kata Dhanny.
Ia berharap kolaborasi dan program yang berkelanjutan dapat mendorong semakin banyak UMKM tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional.(ZID)






