BRI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Voice Phishing

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan perbankan melalui panggilan telepon atau voice phishing (vishing). Modus penipuan ini dilakukan pelaku dengan menyamar sebagai petugas bank untuk mendapatkan informasi pribadi dan data rahasia perbankan nasabah.

Pelaku biasanya menghubungi korban dengan menginformasikan adanya transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran rekening atas alasan keamanan. Dengan bahasa yang sopan dan meyakinkan, pelaku berusaha membangun kepercayaan sekaligus menciptakan situasi mendesak agar korban mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah tawaran bantuan pemblokiran rekening sementara. Setelah menyampaikan adanya transaksi mencurigakan, pelaku kemudian meminta kode one-time password (OTP) dengan alasan untuk mengamankan rekening.

Padahal, kode OTP merupakan informasi rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat dimanfaatkan untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perseroan terus memperkuat sistem keamanan perbankan sekaligus meningkatkan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan.

“BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Untuk menghindari penipuan, BRI mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan PIN, password, User ID, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.

Nasabah juga diminta tidak terburu-buru mengikuti instruksi melalui telepon terkait transaksi mencurigakan atau pemblokiran rekening. Jika menerima panggilan yang mencurigakan, segera akhiri komunikasi dan lakukan konfirmasi melalui kanal resmi BRI.

Selain itu, nasabah dianjurkan memeriksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo serta mengaktifkan notifikasi transaksi. Apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal, segera laporkan kepada pihak BRI.

BRI juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengunduh dan memperbarui aplikasi melalui sumber resmi. Nasabah tidak disarankan memasang aplikasi dari tautan atau arahan pihak yang tidak dikenal, meskipun mengatasnamakan bank.

Informasi dan layanan resmi BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X/Twitter @bankbri_id, @kontakbri dan @promo_bri, Facebook serta YouTube Bank BRI. Nasabah juga dapat menghubungi Contact BRI 1500017, WhatsApp Sabrina 0812 1214 017, atau menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.

“BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi,” pungkas Dhanny.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *