Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola, Perluas Layanan UMKM

FACEINDONESIA.CO.ID- Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Karena itu, penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik menjadi prioritas yang terus ditingkatkan.

Bacaan Lainnya

“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun,” ujar Agus dalam diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Dalam diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus menjelaskan bahwa penguatan GCG dilakukan dengan menerapkan lima prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

Menurutnya, kelima prinsip tersebut harus dijalankan secara konsisten agar operasional perbankan berlangsung sehat, transparan, dan akuntabel. Penerapan tata kelola yang baik juga penting untuk menjaga kepercayaan nasabah serta memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Selain memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, Bank Jakarta juga memperluas akses pembiayaan dan layanan perbankan bagi UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM.

Agus menjelaskan, sentra UMKM dapat dikembangkan secara terpusat di lokasi tertentu, sedangkan layanan bagi pelaku usaha mikro perlu ditempatkan lebih dekat dengan pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya,” jelasnya.

Saat ini, Bank Jakarta memiliki sekitar empat juta nasabah. Jumlah tersebut mencerminkan jangkauan layanan perbankan yang telah dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial.

Agus menegaskan, penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan layanan UMKM merupakan bagian dari komitmen Bank Jakarta untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi LIGA Pro Jakarta yang telah menggelar diskusi sekaligus memberikan masukan bagi kemajuan perusahaan.

“Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat atau yang akrab disapa Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.

Ia berharap peningkatan kualitas layanan terus dilakukan agar Bank Jakarta semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan perbankan nasional, baik bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun bank swasta.

“Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta,” pungkasnya.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *