FACEINDONESIA.CO.ID-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Leadership in Corporate Governance dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026. Penghargaan ini menegaskan keberhasilan BNI mempertahankan predikat tertinggi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) selama dua tahun berturut-turut.
Pada 2025, BNI berhasil meningkatkan pencapaiannya dari kategori Best Overall menjadi Leadership in Corporate Governance. Prestasi tersebut kembali dipertahankan pada 2026, menunjukkan konsistensi perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) tersebut berlangsung pada Senin (12/10/2026) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Dalam ajang yang sama, BNI juga masuk dalam daftar Top 50 Emiten BigCap Public Listed Company.
Tak hanya itu, BNI mencatat posisi terbaik dalam penerapan tata kelola di kelompok Bank berdasarkan Kelompok Modal Inti (KBMI) 4. Capaian ini memperkuat posisi BNI sebagai salah satu bank dengan standar tata kelola unggul di Indonesia.
Penilaian IICD mengacu pada metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yang mencakup sejumlah aspek penting, antara lain keterbukaan informasi, tanggung jawab pengurus perusahaan, keberlanjutan usaha, serta perlindungan hak-hak pemegang saham.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dalam setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan.
Menurutnya, penerapan GCG bukan sekadar memenuhi ketentuan yang berlaku, melainkan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Bagi BNI, tata kelola perusahaan bukan hanya bagian dari pemenuhan ketentuan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami terus memperkuat penerapan prinsip tata kelola yang baik agar setiap keputusan bisnis dijalankan secara bertanggung jawab dan mendukung keberlanjutan perusahaan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Ia menambahkan, penerapan GCG semakin penting di tengah dinamika industri keuangan yang menuntut pengelolaan risiko, pengawasan, dan keterbukaan informasi yang semakin kuat.
Untuk itu, BNI terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta menjaga integritas di seluruh lini organisasi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kualitas pengelolaan perusahaan sekaligus mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan.
Penguatan tata kelola juga menjadi bagian dari strategi BNI dalam menjaga fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang sehat. Dengan tata kelola yang kuat, perseroan berupaya menjaga daya saing sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan disiplin bisnis. Upaya ini sejalan dengan arah transformasi BUMN untuk membangun perusahaan yang lebih sehat, kompetitif, dan mampu menciptakan kinerja berkelanjutan.
Memasuki delapan dekade perjalanan bisnisnya, BNI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar tata kelola perusahaan seiring dengan berkembangnya ekspektasi pemegang saham, nasabah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
Okki menegaskan, konsistensi dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik merupakan bagian dari upaya BNI menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap industri perbankan dan perekonomian nasional.(SAN)






