FACEINDONESIA.CO.ID-Meningkatnya risiko kesehatan dan ketidakpastian ekonomi global mendorong pentingnya perlindungan finansial bagi masyarakat. FWD Insurance menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran asuransi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai risiko kehidupan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum FWD Economic Outlook 2027: Navigating Tomorrow with Confidence yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). Forum ini menghadirkan perspektif regulator, ekonom, peneliti konsumen, dan pelaku industri mengenai tantangan ekonomi serta kebutuhan perlindungan masyarakat ke depan.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, mengatakan industri asuransi Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penetrasi dan memperluas akses perlindungan bagi masyarakat.
Menurut Iwan, penetrasi industri asuransi masih berada di kisaran 8 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya lebih besar untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, industri asuransi tidak hanya berfungsi memberikan perlindungan finansial kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai investor institusional yang dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Selain rendahnya penetrasi, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko kesehatan seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat.
Iwan menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan risiko longevity, yakni situasi ketika seseorang hidup lebih lama, tetapi tidak selalu disertai kondisi kesehatan yang baik.
Akibatnya, kebutuhan biaya kesehatan pada usia lanjut berpotensi meningkat. Sementara itu, dana pensiun dan manfaat perlindungan yang dimiliki seseorang belum tentu mencukupi kebutuhan tersebut.
Karena itu, industri asuransi diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi risiko yang dapat mengganggu stabilitas keuangan keluarga, terutama ketika pencari nafkah mengalami sakit atau meninggal dunia.
Iwan juga menekankan pentingnya membangun ekosistem industri asuransi yang sehat melalui regulasi efektif, penguatan kapasitas perusahaan, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat perlindungan asuransi.
Menurutnya, pertumbuhan industri tidak cukup hanya mengandalkan produk dan regulasi. Praktik bisnis yang baik serta perilaku pelaku industri yang bertanggung jawab juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy Franto Manik, mengatakan prospek ekonomi pada 2027 diperkirakan tetap tumbuh, meskipun masih dibayangi ketidakpastian global.
Dalam situasi tersebut, masyarakat membutuhkan fondasi perlindungan finansial yang kuat agar lebih siap menghadapi berbagai risiko dalam perjalanan hidup.
Rudy menilai, asuransi memiliki peluang besar untuk membantu masyarakat membangun kepercayaan diri melalui perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko melalui perencanaan keuangan yang matang. Masyarakat perlu memahami kondisi keuangannya, menyusun perencanaan secara tepat, serta memilih produk perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Berdasarkan studi dan diskusi yang dilakukan FWD Insurance bersama nasabah, Rudy menyebut kepercayaan atau trust menjadi salah satu elemen terpenting dalam pengambilan keputusan keuangan.
Selain kepercayaan, reputasi lembaga keuangan dan kemampuan perusahaan dalam memahami kebutuhan nasabah juga menjadi pertimbangan penting sebelum masyarakat memilih produk perlindungan.
Di sisi lain, Ekonom Senior Agus Prasetyantoko menyoroti tantangan dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah harga minyak dunia yang masih tinggi akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Agus, pergerakan harga minyak tidak hanya ditentukan oleh permintaan dan penawaran, tetapi juga dipengaruhi perkembangan geopolitik yang lebih luas. Kondisi ini membuat pelaku usaha menghadapi kesulitan dalam memperkirakan arah pergerakan harga energi.
Oleh sebab itu, penyelesaian berbagai persoalan mendasar yang menjadi sumber ketidakpastian dinilai penting untuk membantu menciptakan kondisi ekonomi yang lebih stabil.
Agus berharap penyelesaian satu persoalan dapat menimbulkan efek berantai atau spillover effect yang turut membantu mengatasi tantangan ekonomi lainnya.
Melalui penguatan perlindungan asuransi, peningkatan literasi keuangan, dan perencanaan finansial yang tepat, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi risiko kesehatan maupun ketidakpastian ekonomi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(SAN)






