FACEINDONESIA.CO.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 membawa perubahan bagi sejumlah sekolah di Jayapura, Papua. Salah satunya SMA Negeri 2 Kota Jayapura yang kini membangun fasilitas baru dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Program ini juga melibatkan pekerja lokal, termasuk putra asli Papua, dalam proses pembangunan sekolah.
Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, mengingat sejumlah bangunan di SMAN 2 Jayapura telah berusia sekitar 40 tahun. Melalui perhitungan ulang anggaran, program yang semula direncanakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas tersebut dikembangkan menjadi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pengembangan lantai dua untuk tiga ruang kelas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura atas dukungan yang diberikan.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan mutu pendidikan.
Menurut Lea, pelaksanaan pembangunan dengan skema swakelola turut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Sebagian besar pekerja yang terlibat merupakan putra asli Papua. Bahkan, seorang pekerja penyandang disabilitas tunawicara ikut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas sekolah tersebut.
Revitalisasi SMP YPK Sion Jayapura Rampung 100 Persen
Perubahan positif juga dirasakan SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura yang berdiri sejak 31 Oktober 1991. Pada 2026, sekolah tersebut mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.
Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya N. Rumanasen, mengatakan pengerjaan revitalisasi telah selesai 100 persen selama periode Mei hingga Agustus 2026.
Melalui optimalisasi skema swakelola, sekolah mendapatkan perbaikan ruang administrasi atau ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium IPA, serta satu ruang kelas. Namun, selama proses pengerjaan, sekolah mampu mengoptimalkan pelaksanaan program sehingga jumlah ruang kelas yang diperbaiki bertambah dari satu menjadi empat ruang.
Sonya menuturkan, perubahan kondisi bangunan sekolah mendapat respons positif dari masyarakat dan jemaat gereja. Ia berharap fasilitas yang lebih tertata dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura.
Fasilitas Sekolah Lebih Baik, Murid Makin Semangat Belajar
Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung oleh para murid. Roby Aikarem May, murid kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sebelum perbaikan cukup memprihatinkan.
Saat itu, sejumlah plafon mengalami kerusakan, atap seng bocor sehingga air hujan masuk ke ruangan, serta banyak meja dan kursi yang sudah tidak layak digunakan.
Setelah program revitalisasi selesai, kondisi sekolah menjadi lebih baik. Plafon telah diperbaiki dan diganti, sementara keramik sekolah juga diperbarui. Perubahan tersebut membuat ruang kelas lebih nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Roby berharap seluruh murid dapat menjaga fasilitas yang telah diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan bersama dalam jangka panjang.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada sekolahnya.
Menurut Roby, kondisi sekolah yang semakin baik membuat murid lebih nyaman, bersemangat, dan betah mengikuti pembelajaran.
Revitalisasi Jangkau 214 Sekolah di Provinsi Papua
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menyediakan lingkungan belajar yang layak dan aman melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Saat meninjau pelaksanaan program di Jayapura, Senin (19/10/2026), Abdul Mu’ti mengapresiasi progres pembangunan di sejumlah sekolah yang bahkan telah menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan.
Ia berharap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya memperkuat kualitas layanan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Papua.
Secara keseluruhan, sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi tahun anggaran 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 36 satuan pendidikan telah menyelesaikan pembangunan dengan progres 100 persen. Jumlah tersebut terdiri atas 13 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 23 sekolah menengah pertama (SMP).
Program revitalisasi di Provinsi Papua juga telah melibatkan 2.821 pekerja lokal.
Khusus di Kota Jayapura, sebanyak 47 satuan pendidikan telah menandatangani PKS dengan total anggaran lebih dari Rp41 miliar. Dari jumlah tersebut, delapan sekolah yang terdiri atas lima PAUD dan tiga SMP telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen.
Pelaksanaan program di Kota Jayapura juga telah menjangkau 535 pekerja lokal.
Melalui revitalisasi sekolah, pemerintah berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih aman dan nyaman sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, khususnya di Papua.(ZID)






