BNI Perkuat Pembinaan Atlet, Prestasi Bulu Tangkis RI Mendunia

Dok.BNI

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembinaan atlet bulu tangkis nasional melalui kerja sama strategis dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Dukungan berkelanjutan tersebut dinilai ikut mendorong lahirnya berbagai prestasi atlet Indonesia di level internasional.

Bacaan Lainnya

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, dukungan terhadap olahraga bulu tangkis menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mencetak atlet muda berprestasi hingga mampu bersaing di panggung dunia.

“Dukungan BNI diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi internasional,” ujar Okki dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Selama lebih dari lima tahun terakhir, BNI secara konsisten mendukung perkembangan bulu tangkis nasional melalui pembinaan atlet bersama PBSI guna menjaga regenerasi dan kesinambungan prestasi Indonesia.

Sejumlah pencapaian penting berhasil diraih Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada 2021, Indonesia sukses meraih medali emas nomor ganda putri serta medali perunggu tunggal putra.

Indonesia juga menjuarai Thomas Cup 2021 dan menjadi runner-up pada edisi 2022. Sementara di ajang Badminton Asia Team Championships 2022, tim putri Indonesia keluar sebagai juara dan tim putra menjadi runner-up.

Pada 2024, prestasi bulu tangkis Indonesia kembali bersinar lewat keberhasilan Jonatan Christie menjuarai All England Open 2024 nomor tunggal putra usai mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting di partai final sesama wakil Indonesia.

Di sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto berhasil mempertahankan gelar juara All England setelah menundukkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Prestasi lainnya datang dari Gregoria Mariska Tunjung yang sukses meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024. Capaian itu menjadikan Gregoria sebagai tunggal putri Indonesia pertama peraih medali Olimpiade sejak Maria Kristin Yulianti pada Olimpiade Beijing 2008.
Regenerasi atlet muda juga terus menunjukkan perkembangan positif.

Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi runner-up Indonesia Masters 2026, sementara Isyana Sahira Meida/Rinjani K. Nastine sukses menembus perempat final level 500 untuk pertama kalinya di Thailand Open 2026.

BNI menilai capaian tersebut membuktikan pentingnya pembinaan olahraga yang berkelanjutan demi menjaga daya saing Indonesia di level global.

Perseroan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan atlet muda demi kemajuan olahraga nasional. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *