Airlangga Bidik Transfer Teknologi AI dan Robotika ke Indonesia

Dok.Kemenko Perekonomian

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan benchmarking sekaligus bertemu sejumlah perusahaan teknologi terkemuka dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.

Dalam agenda tersebut, Airlangga didampingi Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Konjen RI Shanghai Berlianto Situngkir.

Bacaan Lainnya

Delegasi Indonesia mengunjungi dan berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi China, seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, dan CICT-FiberHome, guna melihat langsung perkembangan terbaru di bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI).

Airlangga menegaskan, langkah ini merupakan kelanjutan dari visi Making Indonesia 4.0 yang menempatkan digitalisasi dan robotika sebagai fondasi industri masa depan.

Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat penguasaan teknologi AI dan robotika sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Saat mengunjungi Unitree Robotics, Airlangga menyaksikan demonstrasi robot humanoid dan quadruped yang telah dimanfaatkan untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset AI. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di sektor pertambangan, migas, serta ketenagalistrikan.

Pemerintah juga mendorong terwujudnya transfer teknologi, peluang perakitan, serta pengembangan rantai pasok di Indonesia agar sejalan dengan program hilirisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kunjungan berlanjut ke Deep Robotics, perusahaan yang mengembangkan robot quadruped untuk inspeksi industri, tanggap darurat, dan operasi berisiko tinggi.

Teknologi tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia, termasuk untuk mendukung sektor energi, pertambangan, hingga penanganan bencana di wilayah terpencil.

Rangkaian kunjungan ditutup di CICT-FiberHome, perusahaan BUMN China yang bergerak di bidang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah melihat peluang kerja sama investasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan pusat data dan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya.

Kunjungan ini menjadi salah satu langkah konkret Indonesia dalam memperkuat kemitraan investasi, transfer teknologi AI dan robotika, serta mendorong daya saing industri nasional dan pertumbuhan ekonomi.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *