FACEINDONESIA.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempercepat rencana pengembangan layanan Long Distance Ferry (LDF) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan NTT.
Langkah ini diharapkan memperkuat konektivitas, memangkas biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi di Kantor Pusat ASDP, Senin (27/7), yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTT, kepala daerah, serta manajemen ASDP.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pengembangan Long Distance Ferry bukan sekadar membuka lintasan baru, tetapi menjadi strategi memperkuat akses wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Menurutnya, layanan penyeberangan harus mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam pemaparan kajian awal, ASDP menilai rute Surabaya-Lembata-Belu memiliki prospek yang menjanjikan. NTT dinilai memiliki kebutuhan distribusi barang yang tinggi dari Pulau Jawa, sekaligus potensi komoditas unggulan seperti hasil peternakan, perikanan, rumput laut, garam, dan perkebunan sebagai muatan balik.
Pola distribusi dua arah tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mengurangi perjalanan kapal tanpa muatan.
Selain memangkas waktu dan biaya distribusi melalui layanan Ro-Ro langsung tanpa alih muat, jalur ini juga diharapkan memberikan kepastian jadwal pengiriman, mengurangi risiko kerusakan barang, dan memperkuat rantai pasok antarwilayah.
ASDP menegaskan, keberhasilan proyek ini membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar tersedia muatan yang berkelanjutan.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyambut baik inisiatif tersebut.
Menurutnya, transportasi laut menjadi urat nadi wilayah kepulauan dan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, pengembangan koridor Long Distance Ferry Jawa-NTT masih memerlukan kajian lanjutan untuk memastikan kesiapan operasional, dukungan ekosistem logistik, potensi muatan, serta keberlanjutan layanan.
Melalui kolaborasi yang kuat, ASDP optimistis layanan Long Distance Ferry dapat memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, memperluas akses pasar komoditas unggulan daerah, dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.(ZID)





