ANTAM Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun, Siap Percepat Hilirisasi Nikel

Dok.PT Antam ( Persero) Tbk

FACEINDONESIA.CO.ID – PT ANTAM Tbk membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6).

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus serta rencana ANTAM menerima penugasan strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Bacaan Lainnya

Sebanyak Rp2,16 triliun atau 30 persen laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha, memperkuat fundamental bisnis, dan membiayai proyek-proyek strategis perusahaan.
Keputusan tersebut didukung kinerja keuangan ANTAM yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pada 2025, ANTAM membukukan pendapatan Rp84,64 triliun, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara laba bersih melonjak 106 persen menjadi Rp7,92 triliun.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kuatnya fundamental bisnis perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.

Menurutnya, ANTAM akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui penugasan khusus pemerintah terkait pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini mencakup kegiatan pertambangan, fasilitas pengolahan, produksi material baterai, hingga daur ulang baterai.

Proyek tersebut akan dijalankan melalui kerja sama ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited yang beranggotakan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi.

ANTAM menegaskan akan terus memperkuat bisnis hilirisasi mineral guna meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. (BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *