Andi Gani Galang Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT

FACEINDONESIA.CO.ID- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea, bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Sebagai putra daerah Nagekeo, Andi Gani menggalang bantuan senilai Rp1 miliar untuk para korban gempa. Bantuan tersebut dihimpun dari Ajaib Group yang dipimpinnya bersama sejumlah sahabat dan donatur.

Bantuan rencananya disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Bupati Nagekeo, serta pimpinan gereja untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Saya sangat sedih mendengar gempa besar yang terjadi di Nagekeo. Nagekeo adalah tanah kelahiran ayahanda tercinta, almarhum Bapak Jacob Nuwa Wea, yang pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada era Presiden Megawati,” ujar Andi Gani di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Andi Gani juga telah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai kondisi warga Nagekeo.

Menurutnya, Kapolri langsung merespons dengan mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak melalui jalur udara. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Selain berkoordinasi dengan Kapolri, Andi Gani menghubungi Kapolres Nagekeo untuk memperoleh informasi terkini mengenai kerusakan serta kebutuhan mendesak warga.

Ia mengatakan, gempa berkekuatan besar tersebut berdampak serius terhadap masyarakat. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan menjadi lebih sulit.

Untuk membantu penanganan di lapangan, Brigade Tanggap Bencana KSPSI akan segera diterjunkan ke wilayah terdampak. Tim tersebut akan membantu evakuasi, penanganan darurat, serta penyaluran bantuan.

“Saya akan terus memantau perkembangan pascagempa di Nagekeo. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi situasi ini sendirian. Bantuan harus segera sampai, terutama ke wilayah yang aksesnya terputus,” kata Andi Gani.

Ia juga mengajak diaspora NTT di berbagai daerah untuk bersama-sama menggalang bantuan bagi masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai pihak terkait akan terus dilakukan agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat Nagekeo. Saya mengajak seluruh sahabat dan donatur untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” pungkasnya.

Sebelumnya, BMKG mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dinyatakan berakhir.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *