Agrominafiber Bawa Anyaman Lokal ke Pasar Global

FACEINDONESIA.CO.ID- Berawal dari material anyaman, Novita Hermawan melihat peluang untuk mengembangkan produk lokal bernilai tinggi melalui Agrominafiber. Usaha yang dirintisnya mengolah anyaman menjadi berbagai produk perabot dan homedecor yang memadukan fungsi, desain, serta karakter kerajinan lokal.

Dalam mengembangkan Agrominafiber, Novita menyadari bahwa kualitas produk saja belum cukup. Pelaku UMKM juga perlu membangun identitas merek, kepercayaan konsumen, strategi pemasaran, hingga akses pasar yang lebih luas.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Novita dalam Webinar Merah Putih bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas” yang digelar Pertamina sebagai wadah berbagi pengalaman bagi pelaku UMKM.

“Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen,” ujar Novita.

Salah satu tantangan Agrominafiber adalah mengubah pandangan terhadap produk anyaman agar tidak sekadar dianggap sebagai kerajinan, tetapi memiliki brand dan positioning yang mampu bersaing di pasar lebih luas.

Perjalanan Novita bersama ekosistem Pertamina dimulai saat mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022. Setahun kemudian, Agrominafiber bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina.

Sejak saat itu, Agrominafiber mengikuti berbagai program pengembangan, seperti Business Matching, UMK Academy Go Online, LMS UMK Academy, Petrapreneur Aggregator 2025 hingga SMEXPO Pertamina Marketplace.

Produk Agrominafiber juga diperkenalkan melalui sejumlah pameran nasional, antara lain INACRAFT, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, INABUYER 2026 dan SMEXPO Pertamina.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membantu Novita memahami kebutuhan konsumen, memperkuat brand, memperluas jaringan dan menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter pasar.

Agrominafiber kemudian memperluas pemasaran melalui marketplace, media sosial, website, business matching, pameran hingga platform ekspor.

“Pendampingan saja tidak cukup, karena dari UMKM sendiri perlu bertransformasi dari sekadar memiliki produk unggulan menjadi produk pilihan. Untuk sampai ke sana, kita perlu membangun brand, membangun kepercayaan, kemudian membangun pasar,” kata Novita.

Pada 2024, Agrominafiber mengikuti SMEXPO Pertamina Nasional di Gandaria City. Setahun kemudian, usaha tersebut mencatat tonggak penting dengan melakukan ekspor perdana produk homedecor ke Amerika Serikat.

Konsistensi Novita juga membawa Agrominafiber meraih sejumlah penghargaan, antara lain Awarding Program Kewirausahaan KemenKUKM 2023, Juara 2 Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024, UMKM Terinternasional Bank Indonesia Jawa Tengah 2025, Pemenang Sisberdaya 2025, Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina dan peringkat kelima Ecosystem Impact Champion 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perjalanan Agrominafiber menunjukkan pentingnya pembelajaran dan pendampingan secara berkelanjutan agar UMKM semakin siap mengembangkan usaha.

“Setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar,” ujar Baron.

Menurutnya, Pertamina terus memperkuat ekosistem UMKM melalui dukungan perizinan, digitalisasi, pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, pameran nasional hingga pembukaan akses pasar internasional.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang,” tambah Baron.

Perjalanan Agrominafiber menjadi contoh bahwa UMKM naik kelas membutuhkan proses bertahap. Dari mengembangkan produk anyaman, membangun brand, mengikuti pelatihan, memperluas jejaring hingga melakukan ekspor, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal Indonesia di pasar global.

Program pembinaan UMKM Pertamina juga mendukung pencapaian TPB/SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Nomor 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Program tersebut turut selaras dengan Asta Cita poin ketiga dalam mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja.

Melalui pengembangan ekosistem UMKM, Pertamina berharap semakin banyak produk lokal Indonesia mampu membangun identitas, memperoleh kepercayaan konsumen dan menembus pasar internasional.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *