Sambut Ditjen Baru, Kemenag Siapkan Pesantren Standar Internasional

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam melakukan transformasi di lingkungan pendidikan pesantren. Hal ini menyusul rencana pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang akan menjadi motor penggerak standarisasi pesantren hingga level internasional.

Pernyataan tersebut Menag sampaikan saat menerima audiensi Wali Kota Depok, Supian Suri, di Kantor Pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Menag, pihaknya tengah menggodok model pesantren percontohan yang memiliki fasilitas pendidikan lengkap dan terintegrasi. Tidak hanya fokus pada pendalaman ilmu agama, pesantren ini nantinya akan mengakomodasi jenjang pendidikan dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Perguruan Tinggi (S1).

“Kita siapkan program S1 di sana yang tidak hanya mencakup jurusan keagamaan atau keislaman semata. Pesantren masa depan harus mampu menjawab tantangan zaman dengan membuka jurusan umum yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti Kedokteran dan Teknik,” ujar Menag.

Langkah ini diambil agar lulusan pesantren memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi di berbagai sektor strategis tanpa meninggalkan akar nilai-nilai kepesantrenan.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa visi pembangunan pesantren ini tidak hanya berhenti pada aspek akademik. Kehadiran lembaga pendidikan ini harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar.

“Kita akan menyiapkan area pesantren yang inklusif. Artinya, masyarakat sekitar harus terlibat dan diberdayakan secara ekonomi. Inilah salah satu tujuan besar Kemenag, yaitu meningkatkan fungsi pesantren tidak hanya sebagai pusat dakwah dan pendidikan, tapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyambut baik visi besar tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Kementerian Agama, mengingat potensi pengembangan institusi pendidikan berbasis pesantren di wilayah Depok sangat besar dan sejalan dengan kebutuhan warganya akan akses pendidikan berkualitas.

Rencana pembangunan pesantren standar internasional ini diharapkan menjadi benchmark baru bagi pengelolaan pendidikan Islam di Indonesia yang lebih modern, terbuka, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan sosial. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *