GAPEKA 2026, KAI Pangkas Waktu Tempuh KA PSO hingga 92 Menit

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meningkatkan pelayanan kereta api bersubsidi melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember 2026. Penyesuaian jadwal dan pola operasi ini mampu memangkas waktu tempuh sejumlah kereta api Public Service Obligation (PSO) hingga 92 menit.

Sejumlah kereta yang mengalami pengurangan waktu perjalanan antara lain KA Kahuripan, Airlangga, Serayu, Probowangi, Cikuray, Bengawan, dan Tawang Alun. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kualitas transportasi publik dengan dukungan subsidi pemerintah.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pengurangan waktu tempuh memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pengguna kereta api ekonomi bersubsidi, terutama pada perjalanan antarkota dengan durasi panjang.

“Melalui GAPEKA 2026, pelayanan kereta api PSO terus ditingkatkan. Salah satu hasilnya terlihat pada KA Kahuripan dari Blitar menuju Kiaracondong yang waktu tempuhnya berkurang 92 menit,” ujar Anne.

Pengurangan waktu terbesar terjadi pada KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong, yakni 92 menit atau 1 jam 32 menit dibandingkan jadwal GAPEKA 2025.

Sementara itu, KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen mengalami pemangkasan waktu tempuh 52 menit. Untuk perjalanan arah sebaliknya, Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, waktu perjalanan menjadi 51 menit lebih singkat.

Penyesuaian juga dilakukan pada KA Serayu relasi Pasar Senen–Purwokerto melalui Kroya. Pada perjalanan KA 318–319, waktu tempuh berkurang 31 menit. Adapun perjalanan Serayu lainnya mengalami penghematan waktu sekitar 3 hingga 6 menit, bergantung pada arah dan nomor perjalanan.

Di wilayah Jawa Timur, KA Probowangi relasi Surabaya Gubeng–Ketapang mengalami pengurangan waktu tempuh 12 menit. Kemudian, KA Cikuray relasi Pasar Senen–Garut lebih singkat 7 menit dan KA Bengawan relasi Purwosari–Pasar Senen berkurang 4 menit. Sementara KA Tawang Alun relasi Ketapang–Malang Kota Lama melalui Bangil mengalami penghematan 1 menit.

Anne menjelaskan, perubahan waktu perjalanan tersebut disesuaikan dengan arah dan nomor perjalanan yang tercantum dalam GAPEKA 2026. Evaluasi dilakukan melalui penataan jadwal, pola persilangan dan penyusulan kereta, pengaturan pemberhentian, serta kondisi sarana dan prasarana.

Menurutnya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian operasional kereta api.

Dari sisi jumlah pengguna, layanan kereta api PSO memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, KA Airlangga melayani 1.102.509 pelanggan, KA Serayu sebanyak 1.047.130 pelanggan, dan KA Kahuripan mencapai 681.208 pelanggan.

Dengan demikian, ketiga layanan tersebut mencatat total 2.830.847 pelanggan selama sepuluh bulan pertama 2026.

Pada periode yang sama, KA Bengawan melayani 666.106 pelanggan, KA Probowangi 597.015 pelanggan, serta KA Cikuray sebanyak 477.310 pelanggan. Secara keseluruhan, enam layanan kereta api PSO tersebut telah melayani 4.571.278 pelanggan.

“Lebih dari 4,57 juta pelanggan menggunakan keenam layanan tersebut selama Januari hingga Oktober 2026. Besarnya volume ini menjadi alasan penting bagi KAI untuk terus mengevaluasi kualitas perjalanan,” kata Anne.

Selain memangkas waktu perjalanan di Pulau Jawa, GAPEKA 2026 juga mendorong peningkatan kapasitas angkutan kereta api di Sumatra.

Kapasitas KA antarkota meningkat dari 17.204 menjadi 17.648 tempat duduk atau bertambah 444 kursi. Sementara kapasitas KA perkotaan naik dari 18.432 menjadi 20.176 tempat duduk, bertambah 1.744 kursi dibandingkan GAPEKA sebelumnya.

Peningkatan kapasitas tersebut melengkapi pengembangan layanan di Sumatra, termasuk KA Putri Deli, Bukit Serelo, Ekspres Rajabasa, dan Kuala Stabas yang menghubungkan berbagai pusat permukiman serta aktivitas perdagangan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Anne menegaskan, dukungan pemerintah melalui skema PSO membantu menjaga keterjangkauan tarif kereta api sehingga masyarakat dapat menikmati transportasi publik dengan biaya lebih terjangkau.

KAI juga terus melakukan evaluasi operasional melalui penyesuaian jadwal, peningkatan kapasitas, dan optimalisasi waktu perjalanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Secara keseluruhan, GAPEKA 2026 mencatat sebanyak 74 perjalanan kereta api antarkota memiliki waktu tempuh lebih singkat dibandingkan GAPEKA sebelumnya. Pengurangan waktu tersebut bervariasi sesuai relasi dan karakteristik masing-masing perjalanan.

KAI mengimbau masyarakat untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta menjelang pemberlakuan GAPEKA 2026 pada 1 Desember 2026. Informasi terbaru dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi perusahaan.

Melalui perubahan ini, KAI berharap peningkatan efisiensi perjalanan dan kapasitas angkutan semakin memperkuat peran kereta api sebagai transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *