FACEINDONESIA.CO.ID- Peruri menghadirkan Peruri Chip Hackathon 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi teknologi chip sekaligus mengembangkan solusi inovatif guna menjawab kebutuhan masa depan digital Indonesia.
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Peruri Digital Summit 2026 yang digelar di Taman Kota Peruri. Ajang tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti 98 tim pendaftar yang melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui proses seleksi dan kurasi, terpilih lima tim terbaik yang berkesempatan mengikuti bootcamp Peruri Chip Hackathon 2026 selama tiga hari di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para finalis mendapatkan pembekalan melalui workshop, presentasi proposal inovasi, pengembangan desain chip, hingga penyempurnaan rancangan teknologi. Seluruh proses kemudian dievaluasi oleh dewan juri untuk menentukan tim yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
Dari lima tim peserta bootcamp, tiga tim terbaik berhasil melangkah ke babak final pitching yang berlangsung pada hari kedua Peruri Digital Summit 2026.
Pada babak final, masing-masing tim mempresentasikan hasil pengembangan rancangan chip di hadapan dewan juri, jajaran manajemen Peruri, serta para tamu undangan. Kesempatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi inovasi anak bangsa dalam mendukung perkembangan industri semikonduktor nasional.
Direktur Digital Business Peruri, Edwin Purwandesi, mengatakan Peruri Chip Hackathon 2026 merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda dan mendorong lahirnya inovasi teknologi semikonduktor karya anak bangsa.
“Inisiatif Chip Hackathon adalah bukti nyata antusiasme talenta muda kita terhadap deep-tech. Merekalah masa depan kedaulatan semikonduktor Indonesia. Peruri hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur digital, tetapi juga sebagai inkubator bagi generasi penerus bangsa,” ujar Edwin dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Menurut Edwin, pengembangan teknologi chip membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kreativitas, kemampuan riset, serta keberanian menghadirkan terobosan baru.
Melalui kompetisi ini, Peruri tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi chip, tetapi juga memperkuat ekosistem inovasi dan kolaborasi teknologi nasional.
Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kapabilitas teknologi Indonesia melalui pengembangan talenta, eksplorasi inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan mendorong generasi muda terlibat dalam pengembangan teknologi strategis, Peruri turut mengambil bagian dalam memperkuat kemandirian industri semikonduktor dan mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.(ZID)






