FACEINDONESIA.CO.ID- Talenta muda Indonesia menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi semikonduktor melalui ajang Peruri Chip Hackathon 2026. Tiga tim finalis berhasil mempresentasikan inovasi desain chip dalam babak final pitching yang berlangsung pada hari kedua Peruri Digital Summit 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta.
Ketiga tim tersebut berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI), yakni Casa Tubagus, iSeeDesignITB, serta Digilarp. Mereka memaparkan hasil pengembangan teknologi di hadapan dewan juri, jajaran manajemen Peruri, dan para undangan.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Casa Tubagus dari ITB berhasil meraih juara pertama melalui inovasi desain chip keamanan yang memanfaatkan sidik jari fisik unik pada setiap chip. Teknologi ini dirancang untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan chip, khususnya pada paspor elektronik (e-paspor).
Posisi kedua diraih Tim iSeeDesignITB dari ITB dengan inovasi chip berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu robot bergerak lebih cerdas, aman, dan efisien, terutama ketika beroperasi di lingkungan yang sama dengan manusia.
Sementara itu, juara ketiga diraih Tim Digilarp dari Universitas Indonesia. Tim ini menghadirkan inovasi keamanan chip untuk melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada e-paspor dari ancaman peretasan melalui serangan fisik.
Perjalanan kompetisi ini diikuti 98 tim pendaftar yang melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi, lima tim terbaik mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Selanjutnya, tiga tim terpilih melaju ke babak final.
Sejak tahap awal, peserta ditantang mengembangkan inovasi berdasarkan empat bidang teknologi, yaitu Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication.
Direktur Digital Business Peruri, Edwin Purwandesi, menegaskan bahwa pengembangan talenta dalam negeri menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian teknologi semikonduktor nasional.
“Sejalan dengan arahan Presiden terkait kemandirian teknologi semikonduktor, Peruri berupaya mempersiapkan talenta nasional melalui Peruri Chip Hackathon. Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan agar dalam dua hingga lima tahun ke depan, Indonesia memiliki talenta yang semakin siap dan berpengalaman di bidang teknologi semikonduktor,” ujar Edwin dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Menurut Edwin, Peruri Chip Hackathon 2026 menjadi wadah pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan solusi teknologi yang berpotensi diterapkan di masa depan.
Ia berharap kompetisi tersebut menjadi langkah awal lahirnya inovator dan pengembangan teknologi chip buatan dalam negeri, sekaligus memperkuat fondasi kemandirian teknologi untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia.(ZID)






