FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat empat fondasi utama untuk meningkatkan mutu pendidikan selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Keempat fondasi tersebut mencakup infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan manajerial.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu dalam acara 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima Piala Adripraya dari Garuda TV.
Fondasi pertama adalah infrastruktur fisik melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Hingga Oktober 2026, Kemendikdasmen telah merevitalisasi lebih dari 59 ribu satuan pendidikan sepanjang 2025–2026 serta mendistribusikan lebih dari 300 ribu Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah di seluruh Indonesia.
Fondasi kedua berfokus pada peningkatan kualitas guru dan pembelajaran. Kemendikdasmen memberikan kesempatan kepada guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1 untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan dukungan beasiswa Rp3 juta per guru.
Pada tahun pertama, sebanyak 12.500 guru telah menyelesaikan program tersebut. Sementara pada tahun kedua, RPL gelombang kedua disiapkan bagi lebih dari 50 ribu guru.
Peningkatan kompetensi guru juga dilakukan melalui lima jenis pelatihan, yakni pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), serta bahasa Inggris. Program pelatihan tersebut didanai melalui APBN dan dapat didukung dana bantuan operasional satuan pendidikan sesuai ketentuan.
Dari sisi kesejahteraan, tunjangan guru non-ASN dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara itu, insentif bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Kedua bantuan tersebut disalurkan langsung kepada guru.
Fondasi ketiga adalah infrastruktur budaya untuk memperkuat karakter murid. Upaya ini diwujudkan melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pengembangan bakat dan minat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kemendikdasmen juga menetapkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib.
Adapun fondasi keempat menyasar infrastruktur manajerial melalui penyederhanaan birokrasi dan pengurangan beban administrasi guru. Kemendikdasmen berupaya agar guru dapat lebih fokus pada pembelajaran, dengan pelaporan administratif yang lebih sederhana dan cukup dilakukan satu kali dalam setahun.
Selain empat fondasi tersebut, Kemendikdasmen melanjutkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini memasuki tahun kedua. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan terkait kenaikan kelas dan penjurusan murid mulai kelas XI pada jenjang pendidikan menengah atas.
Abdul Mu’ti menegaskan, peningkatan mutu pendidikan akan terus dipercepat sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kemendikdasmen menargetkan layanan pendidikan yang semakin mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau bagi masyarakat, sehingga peningkatan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara bertahap di seluruh Indonesia.(ZID)






