FACEINDONESIA.CO.ID- PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan senilai total Rp601,4 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital dan layanan kesehatan di Indonesia. Pendanaan tersebut ditujukan kepada PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT Medan Kardia Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan pembiayaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia usaha dan masyarakat.
Menurut Rizki, dukungan terhadap pengembangan pusat data diharapkan mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang andal dan skalabel. Sementara itu, pembiayaan rumah sakit jantung ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Dalam sektor digital, IIF berpartisipasi dalam fasilitas pinjaman sindikasi senilai 20 juta dolar AS atau setara Rp358,3 miliar kepada PT Digital Gayana Ekagrata. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan tahap pertama GAIA Campus, proyek pusat data hyperscale dengan kapasitas gabungan 58,9 megawatt (MW) di Bekasi, Jawa Barat.
Pengembangan pusat data ini dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta mempercepat transformasi digital nasional.
Selain itu, IIF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp243,11 miliar kepada PT Medan Kardia Indonesia untuk pembangunan Medan Heart Center di Kota Medan, Sumatera Utara.
Medan Heart Center merupakan rumah sakit khusus jantung Kelas B dengan kapasitas minimal 75 tempat tidur. Fasilitas ini dirancang untuk menyediakan layanan diagnostik, tindakan intervensi, serta perawatan kardiovaskular secara komprehensif.
Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialis jantung, khususnya di luar kawasan metropolitan besar.
Melalui pembiayaan kedua proyek tersebut, IIF terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Perusahaan juga mengoptimalkan kemampuan pembiayaan dan konsultasi (advisory) untuk mendorong proyek yang berdaya saing, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(ZID)






