IIF Kantongi Pendanaan Rp1,3 Triliun, Percepat Proyek Infrastruktur Berkelanjutan

Dok.PT Indonesia Infrastructure Finance

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berhasil menghimpun pendanaan sebesar Rp1,3 triliun pada awal 2026. Dana ini akan digunakan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Pendanaan tersebut berasal dari sejumlah lembaga keuangan, baik domestik maupun internasional. Di antaranya, fasilitas term loan Rp500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, pinjaman 30 juta dolar AS dari FinDev Canada, serta perpanjangan fasilitas Rp300 miliar dari PT Bank BNP Paribas Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan dukungan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor infrastruktur nasional, khususnya yang berorientasi pada ekonomi hijau.

Menurutnya, tambahan pendanaan ini memperkuat posisi IIF dalam memperluas pembiayaan proyek-proyek strategis yang sejalan dengan prinsip pembangunan rendah karbon.

 

Perkuat Struktur Pendanaan

IIF juga terus memperbaiki struktur pembiayaan melalui diversifikasi sumber dana. Chief Financial Officer IIF, Eri Wibowo, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk menekan biaya dana (cost of funds) sehingga perusahaan dapat menawarkan pembiayaan yang lebih kompetitif.

Dengan strategi tersebut, IIF menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun guna mendukung pipeline proyek ke depan. Selama lebih dari satu dekade beroperasi, IIF telah terlibat dalam pembiayaan lebih dari 150 proyek infrastruktur.

 

Dukung Target Net Zero Emission 2060

Selain sektor infrastruktur konvensional, IIF mulai memperluas fokus ke bidang kesehatan serta menghadirkan solusi credit enhancement untuk memperkuat pasar keuangan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Dengan tambahan pendanaan ini, IIF diharapkan semakin berperan sebagai katalis dalam mempercepat transformasi infrastruktur nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *