FACEINDONESIA.CO.ID- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengapresiasi Program Magang Nasional yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI karena dinilai mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda. Dari program magang tahun 2025, sebanyak 133 alumni kini telah direkrut untuk bekerja di lingkungan BRI.
Apresiasi tersebut disampaikan Yassierli saat mengunjungi Kantor Pusat BRI di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam kunjungan itu, Menaker meninjau pelaksanaan program magang, berdialog dengan peserta dan mentor, serta bertemu dengan alumni yang telah bergabung menjadi pekerja BRI.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, program magang memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri.
“Di BRI, peserta magang tidak sekadar mengamati. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor, serta memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam dunia kerja,” ujar Hery.
Pada 2026, BRI kembali berpartisipasi dalam Program Magang Nasional untuk kedua kalinya. Sejak mengikuti program tersebut pada 2025, BRI telah menjadi tempat belajar bagi 1.354 peserta, terdiri dari 571 peserta pada 2025 dan 783 peserta pada 2026.
Dari 783 peserta tahun ini, sebanyak 436 orang ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI, sementara 347 peserta lainnya tersebar di 17 kantor regional, mulai dari Medan hingga Jayapura.
Untuk mendukung proses pembelajaran, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Peserta dibekali keterampilan pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, serta penerapan ilmu sesuai bidang kerja masing-masing.
Hery menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang direkrut BRI. Pengalaman kerja, kompetensi, etos kerja, dan kepercayaan diri menjadi bekal penting bagi peserta untuk membangun karier di berbagai sektor industri.
Sementara itu, Yassierli menilai pendampingan mentor dan kurikulum terstruktur selama enam bulan menjadi keunggulan program magang BRI. Peserta mendapatkan arahan mengenai kompetensi yang perlu dikuasai, praktik kerja, hingga proyek yang harus diselesaikan.
Menurut Yassierli, proses pembelajaran tersebut diharapkan dapat mempersiapkan peserta mengikuti sertifikasi profesi dan memasuki dunia kerja dengan kemampuan yang lebih baik.
Program Magang Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Pada 2026, program ini menargetkan 150 ribu peserta untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan.
Melalui partisipasi tersebut, BRI menegaskan komitmennya dalam mengembangkan talenta muda Indonesia sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(ZID)






