BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menanam 30 ribu bibit mangrove di pesisir Pantai Utara Jawa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Program BRI Menanam – Grow & Green ini bertujuan memulihkan ekosistem pesisir sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman abrasi dan banjir rob.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Demonstration Plotting Perlindungan Pantai Utara Jawa dengan pendekatan Nature-based Solutions di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).

Bacaan Lainnya

Penanaman mangrove dilakukan menggunakan metode rumpun berjarak. Untuk memperkuat perlindungan pantai, dibangun pula struktur pemecah ombak yang berfungsi mengurangi energi gelombang laut dan membantu pengendapan sedimen agar mangrove dapat tumbuh optimal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan tanggung jawab sosial dan lingkungan menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Dhanny.

Selain menanam mangrove, BRI Peduli menjalankan program pengelolaan sampah terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Program ini menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai guna, termasuk Eco Hex Brick sebagai bahan penyusun struktur pemecah ombak.

Program tersebut telah menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang dimanfaatkan untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter. Struktur ini membantu meredam gelombang sekaligus mendukung pengendapan sedimen untuk pemulihan ekosistem mangrove.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan mangrove berperan penting dalam mengurangi abrasi. Sementara itu, produksi Eco Hex Brick juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.

“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” kata AHY.

Ketua Kelompok Tani Barokah, Matsaeri, mengapresiasi dukungan BRI Peduli. Menurutnya, pembangunan perlindungan pantai diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran warga terhadap abrasi sekaligus memberikan pekerjaan melalui produksi material pemecah ombak.

BRI menilai pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Karena itu, perusahaan terus mendorong program yang tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang.

Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi mencapai 54,77 ton CO₂e. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *