FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama di kalangan generasi muda.
Upaya tersebut dilakukan mengingat masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah. Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,07 persen, sedangkan inklusinya masih 13,24 persen.
Salah satu langkah yang dilakukan BSI adalah berpartisipasi dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026. Kompetisi keuangan syariah tingkat nasional ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, serta minat terhadap keuangan syariah.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujar Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).
Menurut Bob, generasi muda tidak hanya perlu menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga dapat berperan sebagai agen edukasi dan inovasi di lingkungan sekitarnya.
“Karena itu, kami melihat pengembangan talenta muda sebagai bagian penting dari upaya memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan OJK dan berbagai pemangku kepentingan, BSI berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam memperluas literasi keuangan syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Untuk mendukung akses keuangan bagi pelajar dan generasi muda, BSI menyediakan sejumlah produk, di antaranya BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB.
Hingga Juli 2026, jumlah tabungan pelajar BSI tercatat meningkat 10,90 persen secara tahunan. Produk tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan menabung sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal dan digital.
BSI TabunganKu menawarkan bebas biaya administrasi bulanan dan dapat terhubung dengan layanan digital BYOND by BSI. Sementara BSI Tabungan SimPel iB memberikan kemudahan bagi pelajar dengan setoran awal minimal Rp1.000.
ISFO 2026 juga tercatat sebagai ajang talenta Bintang 5 Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ajang ini menjadi salah satu wadah pengembangan generasi muda dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang keuangan syariah.(ZID)






