FACEINDONESIA.CO.ID- Keterampilan spa yang diperoleh melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) membuka peluang bagi Fifayu Zuhara Malelestari untuk mewujudkan impiannya bekerja sebagai spa terapis di Turki.
Fifayu merupakan salah satu peserta PKK Spa Terapis di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta. Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilannya sekaligus memberikan pengalaman bekerja serta mengenal budaya dan bahasa baru di Turki.
“Harapan saya lulus dari sini menjadi kompeten dan juga bisa menambah skill saya. Kerja di sana juga salah satu mimpi saya karena gaji di luar negeri cukup besar dan saya mau belajar budaya, bahasa baru di luar negeri,” ujar Fifayu.
Peserta lainnya, Khana Sus Nurprasetyo, merupakan lulusan SMK bidang kecantikan yang mengetahui program PKK Spa Terapis melalui media sosial. Menurutnya, keterampilan massage dan wellness memiliki peluang di dunia kerja spa serta tetap membutuhkan sentuhan manusia.
“Kesempatan untuk kerja di luar negeri itu untuk mengembangkan skill dan bakat saya, belajar budaya lain supaya tidak stuck di sini saja. Semoga program-program seperti ini tetap terbuka luas,” kata Khana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang bekerja di mancanegara tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membawa nama Indonesia di negara tempat mereka bekerja.
“Alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang kita lepas untuk bekerja ke mancanegara membawa misi untuk Indonesia. Mereka adalah para pahlawan, para pejuang yang tidak hanya berusaha memperbaiki kualitas hidupnya secara pribadi, tetapi juga membawa nama bangsa dan negara di manapun mereka bekerja,” ungkap Abdul Mu’ti.
Menurutnya, lembaga kursus memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita tanpa memandang kondisi ekonomi maupun status sosial.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pelatihan yang membekali peserta dengan hard skill, soft skill, human and personal touch, serta unsur kewirausahaan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki keterampilan untuk bekerja, tetapi juga berpeluang menjadi pengusaha.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menyampaikan pelepasan 2.883 alumni PKK dari 20 LKP dalam rangkaian kegiatan di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9).
Para alumni tersebut ditempatkan untuk bekerja di sejumlah negara, yakni Bulgaria sebanyak 1.831 orang, Jepang 692 orang, Turki 212 orang, dan Malaysia 76 orang. Mereka bekerja di berbagai sektor, antara lain manufaktur, garmen, spa dan estetika, perhotelan, serta jasa pelayanan.
“Mereka bukan hanya membawa keterampilan, tetapi juga membawa nama baik bangsa Indonesia. Mereka adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal Indonesia mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global,” jelas Tatang.
Direktur LKP Puspita Martha International Beauty School Wulan Maharani Tilaar mengatakan, Puspita Martha telah dipercaya menyelenggarakan PKK Platinum sejak 2021. Program tersebut diarahkan untuk mencetak SDM bidang kecantikan dan spa yang kompeten serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) juga mencakup program kredensial mikro bagi instruktur LKP dan guru SMK serta penyusunan kurikulum dan materi pendidikan kursus berbasis kebutuhan industri.(ZID)






