Beasiswa PNM Bantu Wujudkan Mimpi Anak Nasabah Mekaar

FACEINDONESIA.CO.ID- Ismiatin Aningsih tak kuasa menahan haru ketika putrinya, Wafa’ Shabrina Berlianti, tercatat sebagai penerima beasiswa dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Bagi Ismiatin, yang selama 20 tahun berjuang menghidupi keluarga, beasiswa tersebut menjadi jawaban atas doa dan harapannya untuk masa depan sang anak.

Perjalanan Ismiatin tidak mudah. Sejak muda, ia menjalankan usaha ayam broiler. Namun, kondisi usaha yang naik turun membuat bisnisnya terpuruk hingga modal terkuras dan semangatnya hampir padam.

Bacaan Lainnya

Titik balik terjadi pada 2024 setelah Ismiatin mengenal program PNM Mekaar. Melalui pembiayaan dan pendampingan, ia kembali membangun usaha dari nol dengan membuka bisnis katering. Dari plafon awal Rp2 juta, usahanya terus berkembang seiring meningkatnya plafon pembiayaan.

“Saya hanya seorang ibu dengan usaha kecil, tapi PNM membuktikan bahwa anak kami juga berhak bermimpi besar,” ujar Ismiatin.

Perjuangan sang ibu turut menjadi inspirasi bagi Wafa’. Ia menyaksikan langsung perjuangan ibunya bangkit dari keterpurukan. Dari pengalaman tersebut, Wafa’ belajar bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Wafa’ kemudian mencatat sejumlah prestasi. Ia pernah tampil dalam Drama Kolosal Tulungagung, menjadi juara Palang Merah Remaja tingkat nasional, serta aktif di berbagai organisasi. Kini, ia berjuang di semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Terima kasih PNM, telah menjadi sayap bagi mimpi-mimpi saya untuk terbang lebih tinggi dan membahagiakan ibu,” ungkap Wafa’.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengapresiasi capaian Wafa’ sekaligus menegaskan komitmen PNM untuk membuka ruang tumbuh tidak hanya bagi usaha nasabah, tetapi juga bagi masa depan anak-anak mereka.

“Setiap usaha kecil yang kami dampingi menyimpan mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar angka pembiayaan. Wafa’ adalah bukti bahwa ketika seorang ibu diberi kesempatan untuk bangkit, ia tidak hanya menghidupi usahanya, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan anaknya,” ujar Kindaris.

Bagi PNM, pemberian beasiswa merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Pemberdayaan ekonomi keluarga dan pendidikan anak nasabah dinilai menjadi dua hal yang dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. (DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *