KCIC Pastikan Whoosh Tetap Aman Saat Erupsi Anak Krakatau

FACEINDONESIA.CO.ID-PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung tetap berjalan normal dan aman pada Senin (7/9/2026), meski terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik.

KCIC melakukan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi prasarana, sarana, hingga jarak pandang masinis untuk memastikan perjalanan Whoosh tetap aman. Sebelum layanan komersial dimulai, kereta konfirmasi dijalankan dari kedua arah untuk mengecek kondisi jalur secara visual.

Bacaan Lainnya

Pemantauan juga dilakukan melalui Operation Control Center (OCC), meliputi kesiapan Overhead Catenary System (OCS), pasokan listrik, persinyalan, rel, serta wesel. Sistem tersebut dilengkapi pengamanan otomatis yang dapat mendeteksi anomali dan menurunkan kecepatan kereta apabila terdapat potensi bahaya.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan pemantauan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana.

“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Dari laporan masinis di lapangan, jarak pandang di sepanjang koridor Whoosh masih berada pada kondisi aman. Rangkaian kereta juga dilengkapi wiper bertekanan air untuk membantu membersihkan kaca depan dari paparan debu.

Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer, yang terdiri atas 82,7 kilometer jalur layang, 42,78 kilometer jalur di atas tanah, serta 13 terowongan.

KCIC memberikan perhatian khusus pada jalur terbuka yang berpotensi terpapar abu vulkanik. Selain kondisi prasarana, pemeriksaan berkala dilakukan terhadap filter udara rangkaian dan kamera CCTV untuk memantau pantograf.

KCIC juga menerapkan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap dampak abu vulkanik.

Untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan perjalanan, KCIC mengimbau penumpang menggunakan masker dan kacamata, terutama ketika berada di area terbuka stasiun.

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” tutur Eva.

Dengan berbagai langkah pemantauan tersebut, KCIC memastikan perjalanan Whoosh Jakarta-Bandung tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *