Anak Sehat Lebih Siap Belajar, UKS Perkuat Cek Kesehatan Gratis

FACEINDONESIA.CO.ID- Bogor, 29 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam menindaklanjuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Upaya ini dilakukan agar pemeriksaan kesehatan peserta didik tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan penanganan dan pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan meninjau pelaksanaan CKG Sekolah di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8).

Bacaan Lainnya

Fajar mengatakan, UKS dapat menjadi penghubung antara sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas sebagai pelaksana CKG. Keberadaan UKS dinilai penting untuk memastikan hasil pemeriksaan kesehatan peserta didik dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

“UKS ini menjadi semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan dengan Puskesmas. Pengoptimalan UKS juga bisa memastikan pelaksanaan CKG berjalan dengan baik karena di sekolah perlu ada PIC,” ujar Fajar.

Menurutnya, kondisi kesehatan peserta didik memiliki kaitan erat dengan kesiapan mengikuti proses pembelajaran. Anak yang sehat dinilai lebih siap belajar, memiliki motivasi, serta mampu mengikuti kegiatan pendidikan dengan lebih optimal.

Hal tersebut terlihat di SMP Negeri 5 Kota Bogor yang telah membangun budaya hidup sehat dan pernah meraih Juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat.

Berbagai kegiatan seperti Segar (Senam Bugar), Markisa (Mari Kita Sarapan), dan Cermin Sehatku menjadi bagian dari pembiasaan siswa untuk berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi sesuai prinsip Isi Piringku, serta mengenali pertumbuhan dan kondisi tubuh.

Guru IPS sekaligus Koordinator Duta SMP Negeri 5 Kota Bogor, Rahmalia, mengatakan keberhasilan budaya sehat di sekolah membutuhkan konsistensi dari guru, siswa, orang tua, dan pihak terkait.

Sekolah juga melibatkan 18 Duta Siswa yang menjalankan berbagai peran, seperti Duta Cegah Stunting, Duta Kesehatan, Duta Remako (Remaja Anti Rokok), Duta Anti-Bullying, Duta Sekolah Ramah Anak, hingga pendampingan teman sebaya.

Dari Kementerian Kesehatan, Dante menegaskan kolaborasi lintas kementerian diperlukan agar CKG memberikan dampak nyata setelah pemeriksaan dilakukan.

“CKG tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi kemudian hasilnya diimplementasikan dalam bentuk program bersama di antara lintas kementerian,” kata Dante.

Sementara itu, Veronica Tan menilai CKG dapat menjadi pintu masuk untuk membangun perubahan pola hidup sehat pada anak dan remaja.

Manfaat CKG juga dirasakan siswa. Rafiandi, siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Bogor, mengatakan pemeriksaan kesehatan membuat siswa lebih mengetahui kondisi tubuh sehingga dapat menjaga kesehatan dan lebih fokus dalam belajar.

“Menumbuhkan semangat belajar. Kita bisa mengetahui kondisi diri untuk lebih fokus belajar ke depannya,” ujar Rafiandi.

Fajar menegaskan, pendidikan berkualitas bukan hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga memastikan peserta didik memiliki kondisi fisik dan mental yang mendukung kegiatan belajar.

Melalui penguatan UKS, CKG Sekolah, serta pembiasaan hidup sehat, Kemendikdasmen mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mampu mendukung kesiapan anak belajar menuju Indonesia Emas 2045.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *