FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan program EduTrain, perjalanan edukatif yang membuka kesempatan bagi anak-anak panti asuhan untuk mengenal lebih dekat teknologi, layanan, keselamatan, dan ekosistem transportasi perkeretaapian modern Indonesia.
Program EduTrain digelar KAI berkolaborasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-81 KAI. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua batch perjalanan Jakarta-Bandung dan Bandung-Jakarta dengan melibatkan anak-anak dari panti asuhan.
Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas mengatakan, EduTrain menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman perusahaan kepada generasi muda.
“Teknologi yang dimiliki perusahaan akan memberi nilai yang semakin luas ketika pengetahuan di baliknya dapat dibagikan. Melalui EduTrain, kami ingin anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang membuka rasa ingin tahu dan memperluas pandangan mereka terhadap masa depan,” ujar Indarto.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, program tersebut dirancang agar peserta dapat mengenal teknologi perkeretaapian secara langsung melalui perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api.
“Kami ingin membuka akses pengetahuan melalui perjalanan. Anak-anak dapat melihat bagaimana teknologi, layanan, dan keselamatan bekerja dalam ekosistem perkeretaapian,” ujar Anne.
Setiap batch EduTrain diikuti 90 peserta yang terdiri dari 81 anak dan sembilan pendamping dari tiga panti asuhan. Masing-masing panti asuhan mengikutsertakan 27 anak dan tiga pendamping.
Dalam perjalanan tersebut, peserta menggunakan KA Feeder dan Kereta Cepat Whoosh. Mereka mendapatkan pengenalan mengenai teknologi Whoosh, operasional dan layanan perjalanan, fasilitas stasiun, hingga aspek keselamatan dalam menggunakan transportasi publik.
Kegiatan EduTrain juga diisi dengan interactive on board session, kelas inspiratif, sharing session bersama jajaran KAI dan KCIC, permainan edukatif, serta pengenalan berbagai fasilitas stasiun.
Materi yang diberikan mencakup peran KAI dan Whoosh, keselamatan serta etika menggunakan transportasi publik, hingga pengenalan dunia perkeretaapian dan berbagai profesi dalam ekosistem transportasi modern.
Menurut Anne, pengalaman langsung membuat proses belajar menjadi lebih dekat dengan keseharian peserta sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk bertanya dan memahami teknologi secara sederhana.
“Ketika mereka melihat, mencoba, dan bertanya langsung, teknologi menjadi lebih mudah dipahami dan dapat memantik rasa ingin tahu,” kata Anne.
Melalui EduTrain, KAI juga mendorong tumbuhnya motivasi belajar, kepercayaan diri, dan keberanian anak-anak dalam merancang masa depan. Pengalaman menggunakan layanan kereta api menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai bidang ilmu dan profesi yang berkaitan dengan transportasi modern.
Kolaborasi KAI dan KCIC dalam program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari teknologi, layanan, serta sumber daya manusia di lingkungan perkeretaapian.
KAI berharap pengetahuan dan pengalaman yang diberikan melalui EduTrain dapat memberikan manfaat lebih luas sekaligus mendorong generasi muda untuk memiliki wawasan dan cita-cita yang lebih besar.
“Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman, pengetahuan baru, dan keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih luas,” tutup Anne.(ZID)






