PHSS Tambah Produksi Migas hingga 500 BOPD dengan Hydraulic Fracturing

FACEINDONESIA.CO.ID-PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus mengoptimalkan produksi minyak dan gas (migas) melalui penerapan teknologi hydraulic fracturing di sejumlah sumur di Wilayah Operasi Mutiara dan Pamaguan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program yang berlangsung sejak 2023 hingga 2026 ini menjadi bagian dari strategi PHSS untuk memaksimalkan potensi reservoir, meningkatkan produktivitas sumur, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Sejak pertama kali diterapkan pada 2023, metode hydraulic fracturing telah dilakukan pada 16 sumur di Lapangan Mutiara dan Pamaguan. Setiap pekerjaan dirancang berdasarkan kajian teknis dengan mempertimbangkan karakteristik reservoir serta tantangan operasional.

Hasilnya, penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan produksi minyak hingga 100-500 barel minyak per hari (BOPD), sedangkan produksi gas bertambah sekitar 0,1-0,4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), tergantung kondisi masing-masing reservoir.

Program ini juga diproyeksikan memberikan tambahan Estimated Ultimate Recovery (EUR) hingga 1,3 juta barel minyak dan 300.000 kaki kubik gas.

General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, mengatakan penerapan teknologi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, serta mempertahankan produksi dari lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field) di Kalimantan.

“Kami percaya bahwa penerapan inovasi dan teknologi memainkan peranan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” ujar Dadang.

Menurutnya, hydraulic fracturing merupakan salah satu metode stimulasi sumur yang dilakukan dengan memompa cairan bertekanan tinggi untuk membuka rekahan pada reservoir, sehingga aliran minyak dan gas menuju sumur produksi menjadi lebih optimal.

Salah satu hasil terbaik tercatat pada sumur PAM-66 di Lapangan Pamaguan. Setelah dilakukan stimulasi, sumur tersebut mampu mencatat tambahan laju produksi minyak awal hingga 500 BOPD.

Sejumlah sumur lainnya juga menunjukkan peningkatan produksi setelah dilakukan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik reservoir masing-masing.

Seluruh pelaksanaan program dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja. Ke depan, PHSS akan terus mengidentifikasi sumur dan reservoir potensial untuk program optimasi lanjutan guna mendukung peningkatan produksi migas secara berkelanjutan.

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9 yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Melalui inovasi dan penerapan teknologi, PHSS bersama PHI terus berupaya menghasilkan energi yang aman, efisien, andal, patuh, serta ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan energi nasional.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *