IT Wayame Jaga Pasokan BBM Maluku-Papua

FACEINDONESIA.CO.ID- Menjaga pasokan BBM di wilayah kepulauan bukan pekerjaan mudah. Jarak antarpulau, perubahan cuaca, serta ketergantungan pada transportasi laut dan darat menjadi tantangan distribusi energi setiap hari.

Salah satu simpul penting distribusi BBM di kawasan timur Indonesia adalah Integrated Terminal (IT) Wayame di Ambon, Maluku. Pertamina terus memastikan terminal ini mampu menjaga kelancaran pasokan BBM untuk masyarakat Maluku hingga Papua.

Sistem digital menjadi salah satu pendukung utama. Melalui pemantauan selama 24 jam, stok BBM di sejumlah lembaga penyalur dapat diketahui secara real-time. Ketika persediaan mulai menipis, kebutuhan pasokan dapat segera terdeteksi sehingga pengiriman bisa dilakukan.

Hal tersebut terlihat saat kunjungan sejumlah jurnalis ke IT Wayame, Ambon, Selasa (29/9/2026). Terminal yang berada di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, ini merupakan salah satu objek vital nasional dengan standar keselamatan yang sangat ketat.

Sebelum memasuki area operasional, setiap pengunjung wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti wearpack, helm, sepatu keselamatan dan tanda pengenal. Barang-barang tertentu, termasuk ponsel, kamera, dompet dan korek api, juga tidak diperbolehkan dibawa ke area tertentu karena mempertimbangkan aspek keselamatan.

Di area Filling Shed, mobil tangki mengisi berbagai jenis BBM sebelum didistribusikan ke SPBU dan lembaga penyalur lainnya. Fasilitas tersebut memiliki empat jalur pengisian (loading bay) untuk berbagai produk, termasuk avtur, LPG, Pertalite, Pertamax dan Biosolar.

Untuk mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, proses pengisian membutuhkan sekitar 7-10 menit. Sedangkan tangki berkapasitas 16.000 liter memerlukan waktu sekitar 20-25 menit.

Di Ambon, terdapat delapan SPBU yang mendapat pasokan dari IT Wayame. Distribusi juga menjangkau wilayah lain seperti Pulau Seram yang membutuhkan pengiriman menggunakan kapal dengan waktu tempuh sekitar 2-3 hari, tergantung kondisi cuaca dan gelombang laut.

IT Wayame memiliki 16 tangki timbun BBM serta dua tangki LPG berbentuk bola. Terminal ini juga dilengkapi dermaga atau jetty untuk mendukung aktivitas kapal tanker.

Integrated Terminal Manager Wayame Gege Kahutama Gigan mengatakan, pasokan utama IT Wayame berasal dari Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Jika terdapat kendala, pasokan dapat dialihkan dari Kilang Cilacap.

Untuk produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax, pasokan masih didominasi impor dari Singapura dan Malaysia.

Selain memasok SPBU, IT Wayame juga mendukung kebutuhan 20 depot BBM yang tersebar di kawasan timur Indonesia, antara lain Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah dan Papua Selatan.

Dengan posisi strategis tersebut, IT Wayame menjadi salah satu terminal penting dalam menjaga ketahanan dan kelancaran pasokan BBM di Maluku dan Papua.

Gege memastikan ketersediaan BBM saat ini dalam kondisi aman. Ketahanan stok berada di kisaran 17-20 hari dan terus diperbarui seiring proses penerimaan serta penyaluran pasokan.

Melalui pemantauan stok secara digital selama 24 jam dan dukungan jaringan distribusi, Pertamina memastikan pasokan energi tetap terjaga untuk menopang aktivitas masyarakat di wilayah Maluku dan Papua.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *