FACEINDONESIA.CO.ID – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkuat komitmennya dalam mendukung revitalisasi pendidikan vokasi melalui program Vocational School Development. Selain mendonasikan mesin praktik kendaraan, TMMIN juga meningkatkan kompetensi guru serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) kepada SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) kepada SMK Rekayasa Denpasar. Bantuan ini menjadi bagian dari perluasan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) TMMIN di Provinsi Bali.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan pengembangan sekolah vokasi tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas belajar.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru dan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri menjadi kunci mencetak lulusan yang siap kerja.
“Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, sekolah vokasi menjadi tempat membangun kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri,” ujar Nandi di Denpasar, Jumat (24/7/2026).
Tak hanya menyerahkan alat praktik, TMMIN juga memberikan pelatihan basic skill industri kepada para guru. Perusahaan turut mendukung penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan teknologi otomotif.
Melalui pendekatan tersebut, TMMIN menghadirkan budaya kerja industri sejak di bangku sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement. Dengan begitu, lulusan SMK diharapkan memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter profesional yang dibutuhkan dunia usaha.
Program Vocational School Development telah berjalan sejak 2017 dan kini menjangkau 30 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
Pada 2026, TMMIN memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat sekolah binaan sehingga total menjadi 34 SMK di Indonesia.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menegaskan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan.
Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN menegaskan pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan industri.
Perusahaan berharap penguatan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan kolaborasi dengan sekolah dapat mempercepat lahirnya lulusan SMK yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.(ZID)





