FACEINDONESIA.CO.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT Abipraya-SBS resmi memulai pembangunan proyek Indonesia Mass Transit (MASTRAN) Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung. Proyek ini ditandai dengan groundbreaking di Depo BRT Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Pembangunan BRT Cekungan Bandung menjadi langkah awal menghadirkan sistem transportasi publik modern yang terintegrasi untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan Bandung Raya.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan proyek ini merupakan salah satu proyek strategis pemerintah di sektor transportasi. Sistem BRT dirancang menghadirkan layanan yang aman, nyaman, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
“Kehadiran BRT diharapkan menjadi solusi kemacetan, meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” ujar Dian, Kamis (23/7/2026).
Brantas Abipraya dipercaya sebagai kontraktor pelaksana melalui KSO PT Abipraya-SBS untuk membangun berbagai infrastruktur pendukung, seperti koridor BRT, halte, depo, perkerasan jalan, fasilitas pejalan kaki, dan sarana penunjang lainnya.
Menurut Dian, penugasan tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap pengalaman Brantas Abipraya dalam membangun infrastruktur strategis nasional yang berkualitas dan berkelanjutan.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya menerapkan standar Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) agar proyek berjalan aman, efisien, dan tepat waktu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pembangunan MASTRAN BRT Cekungan Bandung sebagai langkah strategis untuk mewujudkan transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas kawasan metropolitan sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi karbon,” katanya.
Groundbreaking juga dirangkaikan dengan penandatanganan Kesepakatan Sinergi Daerah (KSDD) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima pemerintah kabupaten/kota di kawasan Cekungan Bandung sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pengembangan transportasi massal.
Brantas Abipraya optimistis proyek BRT Cekungan Bandung dapat selesai sesuai target dan menjadi penggerak peningkatan kualitas transportasi publik, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.(ZID)





