Legislator Yakin Pertamina Mampu Percepat Proyek Blok Masela

Dok.Pertamina

FACEINDONESIA.CO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo meyakini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mampu memainkan peran penting dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku. Optimisme itu menguat setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek tersebut pekan lalu.

Menurut Sartono, kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 20 persen oleh PHE sejak 2023 menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia yang sempat tertunda hampir tiga dekade.

Bacaan Lainnya

Ia menilai pengalaman Pertamina dalam mengelola sektor hulu migas menjadi modal kuat untuk mendukung keberhasilan proyek.

Karena itu, keterlibatan PHE diharapkan tidak hanya sebatas kepemilikan saham, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi industri nasional dan perekonomian.

Pada tahap konstruksi, PHE dinilai dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas keterlibatan industri lokal, mendorong transfer teknologi, serta menjaga efisiensi proyek yang memiliki nilai investasi sekitar 20,94 miliar dolar AS.

Sartono juga mengingatkan pengembangan Blok Masela harus memenuhi standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sekaligus tetap kompetitif di pasar LNG global. Menurutnya, kolaborasi teknologi dan tata kelola yang baik menjadi kunci keberhasilan proyek.

Dengan cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas produksi LNG 9,5 juta ton per tahun, Blok Masela diyakini dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Senada, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menilai kehadiran PHE memberikan nilai tambah bagi Indonesia. Selain meningkatkan produksi migas, negara juga berpotensi memperoleh keuntungan lebih besar dari pembagian hasil produksi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Tanimbar, Maluku, pada 16 Juli 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek senilai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp352 triliun itu diproyeksikan menghasilkan penerimaan langsung bagi negara sekitar 37,8 miliar dolar AS, ditambah pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar dolar AS.

Proyek ini diharapkan menjadi salah satu motor peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *