FACEIDONESIA.CO.ID – Mahasiswa Indonesia penerima manfaat beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berhasil menyelesaikan studi di Rusia. Kelulusan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia di berbagai bidang.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para mahasiswa penerima manfaat beasiswa BAZNAS yang telah menuntaskan pendidikan tinggi di lingkungan akademik internasional.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas kelulusan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS. Ini menjadi capaian yang membanggakan, tidak hanya bagi BAZNAS, tetapi juga para muzaki yang telah mengamanahkan zakatnya,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Idy mengatakan, keberhasilan para mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa zakat dapat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang unggul.
“Para penerima beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan generasi unggul. Ketika anak-anak bangsa mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan terbaik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan negara,” ucapnya.
Idy menegaskan, BAZNAS berkomitmen untuk terus mengembangkan program beasiswa sebagai bagian dari pengelolaan zakat produktif yang bertujuan melahirkan generasi berintegritas, kompeten, dan memiliki daya saing di tingkat global.
Idy juga menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada mahasiswa Indonesia selama menjalani proses studi di Rusia.
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow Prof Khoirul Rosyadi turut menyampaikan rasa syukurnya atas kelulusan mahasiswa Indonesia di Rusia. Ia menegaskan, kelulusan para penerima beasiswa bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan berilmu.
“Beasiswa yang ananda terima hari ini adalah amanah dari para muzaki melalui BAZNAS. Ini adalah titipan umat. Untuk itu, setelah lulus, ananda memiliki tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.
Rosyadi menyampaikan, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia memiliki posisi strategis sebagai bagian dari diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) antara kedua negara.
Ia menambahkan, para lulusan diharapkan mampu menjadi penghubung yang mempererat kerja sama Indonesia dan Rusia sekaligus menghadirkan inovasi serta solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.
“Pengalaman belajar di Rusia menjadi modal penting untuk membawa perspektif global, sekaligus tetap berakar pada kebutuhan bangsa. Jadilah generasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.(SAN)





