FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dunia.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menghadiri High-Level Meeting of World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) Founding States dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, Sabtu (18/7/2026).
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 29 negara pendiri WAICO, bersama sejumlah negara ASEAN, anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), BRICS, serta negara-negara di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.
Dalam forum tersebut, Airlangga menegaskan AI telah menjadi penggerak utama transformasi ekonomi global. Karena itu, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar teknologi, melainkan ikut membangun masa depan ekonomi digital dunia.
“Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan AI. Kami siap menjadi garda terdepan di era digital,” ujar Airlangga.
Menurutnya, komitmen tersebut didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang kuat dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026, serta percepatan transformasi digital yang terus dilakukan pemerintah.
Airlangga mengungkapkan, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia telah memperkuat kerja sama di bidang AI dan semikonduktor bersama ARM Holdings. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi nasional.
Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan AI di kawasan. Saat ini, jumlah pengguna internet telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan penetrasi sekitar 81 persen.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, pemerintah tengah menyusun National AI Roadmap yang mencakup penguatan infrastruktur digital, pengembangan talenta, riset dan inovasi, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Di sisi infrastruktur, Indonesia kini memiliki 182 pusat data, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta dan Batam. Pertumbuhan layanan komputasi awan dan AI diperkirakan akan terus meningkatkan kebutuhan kapasitas pusat data sekaligus membuka peluang investasi baru.
Airlangga menegaskan Indonesia siap mendukung keberhasilan WAICO melalui kekuatan pasar, sumber daya strategis, dan kebijakan yang mendorong inovasi.
“Mari kita wujudkan kerja sama teknologi ini menjadi manfaat nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bersama,” pungkasnya.(BRA)





