Studi Banding ke China, 25 Kades Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Desa

Dok.Kemendes PDT

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberangkatkan 25 kepala desa (kades) mengikuti program study visit ke China. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pembelajaran langsung tentang tata kelola, pembangunan, dan inovasi pedesaan.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Sepulang dari China, para kades diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan program pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Selama di sana harus sudah memiliki rencana pembangunan yang akan diterapkan di desa masing-masing. Kita juga memiliki program SEHATI yang mencakup swasembada ekonomi hijau, kawasan industri hingga carbon trading,” ujar Yandri dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Menurut Yandri, pengalaman belajar langsung di China akan memperluas wawasan para kepala desa sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Selama kunjungan, peserta akan mempelajari kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa, pemanfaatan teknologi, hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sektor pertanian dan pariwisata.

Mereka juga akan melihat bagaimana desa-desa di China menjaga budaya lokal sekaligus mengembangkannya menjadi kekuatan ekonomi.

Kemendes PDT juga membuka peluang dukungan bagi desa yang mampu menyusun program hasil studi tersebut.

“Kalau proposalnya bagus, silakan disampaikan ke Kemendes. Kami siap mendukung agar program itu bisa diwujudkan,” kata Yandri.

Salah satu peserta adalah Kepala Desa Cikampek Kota, Kabupaten Karawang, Ahmad Nurdin atau Bah Kundin. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan internasional tersebut.

Menurutnya, ilmu dan pengalaman dari China akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan di Desa Cikampek Kota. Selama ini desanya dinilai berhasil menekan angka stunting hingga nol kasus serta membangun kantor desa permanen di atas lahan milik desa.

Bah Kundin menambahkan, dari Jawa Barat terdapat tiga kepala desa yang mengikuti program ini, yakni dari Karawang, Purwakarta, dan Cianjur. Sementara peserta lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari pengurusan visa, tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal ditanggung penyelenggara melalui kerja sama Kemendes PDT dengan Pemerintah China.

Ia berharap seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus melahirkan inovasi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *