Wamen Fajar: MPLS Harus Bangun Mimpi Siswa

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq. Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya berfokus pada pencegahan perpeloncoan dan kekerasan.

Menurutnya, MPLS harus menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan cita-cita.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan motivasi kepada murid baru SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin (13/7).

Bacaan Lainnya

“MPLS bukan sekadar kegiatan penyambutan. MPLS Ramah harus mampu menumbuhkan mimpi, rasa percaya diri, dan semangat belajar agar setiap anak memiliki tujuan yang ingin dicapai,” ujar Fajar.

Di hadapan para siswa, Fajar juga membagikan kisah hidupnya sebagai anak guru dari keluarga sederhana di Sukabumi. Ia mengenang perjuangannya menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Program Khusus Darussalam, Ciamis, yang berjarak sekitar tujuh jam dari kampung halamannya.

Saat itu, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik atau belajar di Timur Tengah. Namun, keterbatasan ekonomi membuat impian tersebut belum dapat terwujud.

Perjalanan hidup kemudian membawanya menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta hingga akhirnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Fajar mengingatkan para siswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda untuk meraih cita-cita.

Ia juga mengajak peserta didik memanfaatkan masa sekolah untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan, katanya, tidak hanya dimiliki pejabat, tetapi juga mereka yang mampu memberi teladan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Di era kecerdasan artifisial (AI), Fajar menilai kemampuan akademik saja tidak lagi cukup. Siswa juga perlu memiliki empati, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

“Jangan sampai kita menguasai teknologi, tetapi kehilangan kemampuan berinteraksi dan peduli kepada orang lain,” pesannya.

Fajar menambahkan, semangat tersebut selaras dengan konsep MPLS Ramah 2026 yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan bakat dan minat, serta kesiapan siswa dari sisi intelektual, sosial, dan emosional.

Sementara itu, Kepala SMA Labschool Kebayoran Suparno menyambut baik kehadiran Wamendikdasmen yang dinilai menjadi motivasi bagi para peserta didik baru. Apresiasi serupa disampaikan Kepala BPS Labschool Totok Bintoro yang menilai pesan Fajar memperkuat budaya belajar dan kepemimpinan di lingkungan sekolah.

Sebagai informasi, Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 mengatur bahwa pelaksanaan MPLS harus berlandaskan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan tersebut dilarang memuat perpeloncoan, kekerasan, pungutan, maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.(ZID

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *