BI Gelontorkan Rp1.000 Triliun Jaga Likuiditas dan Rupiah

Dok.Bank Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global. Fokus kebijakan jangka pendek diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.

Pada 18 Juni 2026, BI menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen. Setelah kebijakan tersebut diterapkan, aliran dana asing (inflow) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat.

Bacaan Lainnya

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, hingga 26 Juni 2026, arus masuk portofolio ke SBN dan SRBI secara year to date telah mencapai sekitar 9 miliar dolar AS.

Menurutnya, kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia juga dipengaruhi persepsi dan optimisme masyarakat terhadap kondisi domestik.
Untuk menjaga stabilitas pasar, BI terus melakukan ekspansi likuiditas. Hingga akhir Mei 2026 nilainya mencapai Rp600 triliun dan meningkat menjadi Rp1.000 triliun pada akhir Juni 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk meredam gejolak harga di pasar uang dan pasar valuta asing serta menjaga kondisi likuiditas tetap memadai. (SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *