ASDP Percepat Penanganan Antrean Ketapang Saat Libur Sekolah

Dok.ASDP

FACEINDONESIA.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat upaya penanganan kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang selama masa libur sekolah 2026. Optimalisasi operasional pelabuhan dan armada dilakukan untuk memperlancar arus penyeberangan serta menjaga layanan tetap aman dan andal bagi masyarakat.

Hingga Rabu (24/6/2026), antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai sekitar lima kilometer. ASDP pun mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat layanan penyeberangan dan mengurangi kepadatan.

Bacaan Lainnya

Lonjakan kendaraan mulai terjadi sejak Minggu (21/6/2026). Selain meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, kondisi cuaca di Selat Bali juga menjadi tantangan tersendiri.

Kecepatan angin dan tinggi gelombang yang meningkat, terutama pada malam hari, membuat proses bongkar muat kapal harus disesuaikan demi menjaga keselamatan pelayaran.

Data ASDP menunjukkan jumlah kendaraan yang menyeberang pada 21 Juni mencapai 9.571 unit atau naik 23 persen dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 7.769 unit. Kenaikan terbesar terjadi pada kendaraan pribadi roda empat yang meningkat 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit.

Kepadatan juga dipengaruhi gangguan operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP yang mengakibatkan sebagian layanan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa.

Menurutnya, ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan terus bekerja untuk mempercepat normalisasi layanan penyeberangan.

Untuk mengurai antrean, ASDP mengoptimalkan seluruh fasilitas pelabuhan dan armada yang tersedia. Dermaga Moveable Bridge (MB) beroperasi normal dengan dukungan 30 kapal. Sementara Dermaga Bulusan diperkuat dengan tambahan KMP Portlink VII guna meningkatkan kapasitas layanan.

ASDP juga mengoperasikan kapal pada dermaga Landing Craft Machine (LCM) dengan skema full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) untuk mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang. Selain itu, KMP Prathita dioperasikan di dermaga ponton guna membantu mengurai antrean kendaraan roda dua yang meningkat selama libur sekolah.

Meski sebagian kendaraan barang dialihkan ke ferry reguler akibat gangguan kapal LDF, ASDP tetap memprioritaskan kelancaran layanan bagi kendaraan pribadi dan bus agar mobilitas masyarakat selama liburan tetap terjaga.

Upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Hingga Kamis (25/6/2026) siang, panjang antrean kendaraan tercatat turun menjadi sekitar 2,5 kilometer, jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan masyarakat juga dapat memanfaatkan program stimulus tarif yang berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk Ketapang-Gilimanuk.

Program tersebut memberikan diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang setara dengan pengurangan sekitar 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan.

ASDP mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket lebih awal melalui Ferizy dan datang sesuai jadwal keberangkatan guna menghindari kepadatan di area pelabuhan.

Dengan dukungan armada, kesiapan personel, serta sinergi bersama regulator dan pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama periode libur sekolah agar tetap aman, nyaman, dan optimal.(HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *