Surveyor Indonesia: Ketahanan Energi Tak Cukup Pasokan, Kualitas Jadi Penentu

Dok.Surveyor Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga pada kualitas dan keandalan seluruh rantai distribusi energi.

Selama ini masyarakat lebih mengenal sektor energi dari layanan yang terlihat langsung seperti SPBU, pembangkit listrik, atau distribusi komoditas energi. Namun di balik itu, terdapat proses penting berupa pemastian kualitas dan kuantitas energi yang berperan menjaga kelancaran operasional.

Bacaan Lainnya

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, pengawasan kualitas menjadi semakin krusial. Program biodiesel B40, pertumbuhan konsumsi bahan bakar, hingga meningkatnya kebutuhan listrik menuntut sistem energi berjalan lebih andal dan efisien.

Kualitas energi tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi produk saat diproduksi, tetapi juga mencakup konsistensi selama distribusi, keamanan penggunaan, serta kemampuan aset untuk beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Salah satu aspek yang sering luput dari perhatian adalah kualitas pelumas. Meski hanya menjadi bagian kecil dari sistem, pelumas memiliki peran penting menjaga performa mesin di sektor pembangkitan listrik, pertambangan, manufaktur, transportasi hingga energi terbarukan.

Kepala LSPro dan Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia (Persero), Salma Ilmiati, mengatakan pelumas dapat menjadi indikator kondisi internal suatu peralatan.

“Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri. Dari pengujian sampel, kondisi keausan komponen, kontaminasi, hingga perubahan operasi dapat dideteksi lebih awal sehingga risiko kerusakan dapat ditekan,” ujarnya.

Praktik tersebut merupakan bagian dari industri Testing, Inspection, Certification, and Consultancy (TIC) yang berfungsi melakukan verifikasi independen terhadap produk, proses, dan aset industri.

Dalam sektor energi, layanan TIC digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar, memverifikasi kuantitas komoditas energi, menguji kondisi aset, hingga memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia (Persero), Mahfud Arifin menilai kebutuhan assurance akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan transisi energi.

Menurutnya, ketahanan energi modern juga ditentukan oleh kualitas sistem pendukung, aspek keselamatan, serta kepatuhan yang dijaga secara konsisten.

Ke depan, berkembangnya energi terbarukan, kendaraan listrik, perdagangan karbon, hingga digitalisasi industri akan semakin memperbesar kebutuhan terhadap sistem verifikasi dan assurance yang terpercaya.

Dengan demikian, transformasi energi tidak hanya soal produksi, tetapi juga memastikan kualitas, keamanan, dan keandalan tetap terjaga secara berkelanjutan. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *