Wamenperin Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Global

Dok.Wamenperin

FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem industri halal nasional guna mendorong Indonesia menjadi pusat industri halal dunia.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kick-off Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Jakarta, Kamis (18/6).

Bacaan Lainnya

Menurut Faisol, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri halal global. Selain didukung jumlah penduduk Muslim yang mencapai 248,6 juta jiwa atau sekitar 87,13 persen dari total populasi pada 2025, pasar domestik juga memiliki daya beli yang sangat besar.

Konsumsi rumah tangga nasional tercatat mencapai Rp 12.834 triliun, dengan potensi belanja masyarakat Muslim diperkirakan mencapai Rp 11.182 triliun.

Ia menilai potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok industri, memperbesar penggunaan komponen lokal, serta mendorong lahirnya inovasi produk halal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam rantai nilai industri halal global.

Secara global, konsumsi umat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah tercatat mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperbesar pangsa pasar produk halal.
Faisol juga menyebut perkembangan industri halal nasional terus menunjukkan tren positif.

Hingga triwulan I-2026, jumlah sertifikat halal di subsektor industri mencapai 2.662.607 sertifikat dengan total 5.014.222 produk telah mengantongi sertifikasi halal.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan komitmen pelaku industri dalam memenuhi standar halal sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional.

Untuk memperkuat ekosistem industri halal, Kementerian Perindustrian turut mendukung penyelenggaraan Halal Indo 2026 dengan memfasilitasi 182 pelaku usaha industri, khususnya industri kecil, melalui penyediaan stan pameran, layanan industri halal, workshop, coaching clinic, serta business matching.

Selain itu, Kemenperin kembali menggelar Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri dan pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap pengembangan industri halal nasional.

Faisol berharap Halal Indo 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi sekaligus mempercepat pertumbuhan industri halal menuju Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *